Ketua Pira Gresik Nur Saidah (dua dari kiri) memberikan pengarahan saat pertemuan. foto: Syuhud/ bangsaonline.com
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Kuota 30 persen keterwakilan perempuan harus dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para bakal calon legislatif (Bacaleg) yang berlaga pada Pileg 2019. Penegasan ini disampaikan oleh Ketua Perempuan Indonesia Raya (Pira) Partai Gerindra Kabupaten Gresik, Nur Saidah kepada BANGSAONLINE.com, Selasa (16/10).
Menurut ia, ada sejumlah strategi yang perlu disiapkan sebagai upaya meningkatkan partisipasi perempuan dalam politik. Yakni, pendidikan, pendanaan, peraturan, dan penjaringan.
BACA JUGA:
- DPRD Gresik Belum Bahas Relokasi 43 PKL Kali Avoor
- Siap Luaskan Pasar Global, SIG Rampungkan Proyek Dermaga dan Fasilitas Produksi di Tuban
- PT PON Salurkan Beasiswa Sekolah Kejar Paket B & C Lewat Program Pintas di Tlogopojok
- Buron hingga ke Malang, Pelaku Pembacokan di Menganti Akhirnya Diringkus Polisi
"Modal ini harus disiapkan secara serius agar mampu mendongkrak jumlah perempuan yang berhasil dalam Pemilu 2019 mendatang," papar bacaleg Dapil II (Cerme dan Duduksampeyan) ini.
Nur Saidah menjelaskan, saat ini masih ada dua penghalang utama bagi perempuan dalam berpartisipasi politik. Yakni, dari sisi supply dan demand. "Ada partai yang kekurangan sumber daya manusia (SDM) perempuan. Juga ada perempuan yang sudah berpolitik, namun faktanya tak terpilih," urai wakil ketua DPRD Gresik ini.
Karena itu, guna menghadapi Pileg 2019, ia memaparkan sejumlah strategi agar perempuan bisa memenangkan pemilu. Strategi itu berupa penjaringan atau rekrutmen bacaleg. "Kelompok perempuan seperti Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI), dan organisasi perempuan sayap-sayap partai membentuk database perempuan yang akan diajukan ke parpol," terangnya.
Selain penjaringan, yang tak kalah pentingnya menurut Nur Saidah adalah pendidikan politik. "Pendidikan politik bagi Bacaleg perempuan penting dilakukan untuk peningkatan kapasitas. Juga bagi anggota legislatif perempuan untuk meningkatkan performance," jelasnya.
Hingga saat ini, kata Nur Saidah, jumlah perempuan yang berhasil memenangkan pemilu masih relatif sedikit. "Fakta ini harus menjadi perhatian seriu sagar perempuan dapat lebih meningkatkan persentase kemenangannya dalam Pemilu," pungkasnya. (hud/rd)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News






