Sabtu, 06 Maret 2021 21:46

Masuki Musim Penghujan, BPBD Blitar Ingatkan Potensi Bencana

Minggu, 11 November 2018 17:14 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Akina Nur Alana
Masuki Musim Penghujan, BPBD Blitar Ingatkan Potensi Bencana
Pohon tumbang rawan terjadi saat hujan deras disertai angin.

BLITAR, BANGSAONLINE.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar mengimbau warga untuk waspada bencana yang mungkin terjadi ketika datang musim penghujan. Terutama di wilayah yang selama ini menjadi langganan bencana banjir, puting beliung, dan tanah longsor.

Kepala BPBD Kabupaten Blitar Heru Irawan menuturkan, intensitas hujan di Kabupaten Blitar sudah mulai meningkat. Meningkatnya intensitas hujan ini harus dijadikan momen untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana. Sejumlah personel BPBD juga disiapkan untuk segera menyiapkan rencana tanggap bencana.

"Semua potensi bencana bisa terjadi ketika memasuki musim cuaca yang tidak menentu seperti saat ini. Seperti diketahui, di Kabupaten Blitar ada beberapa wilayah yang rawan bencana seperti tanah longsor. Utamanya di Kecamatan Doko, Wlingi, Gandusari, Selorejo merupakan daerah rawan terjadi tanah longsor karena kondisi geografirnya berbukit. Selain itu, semua wilayah di Kabupaten Blitar rawan puting beliung. Utamanya saat terjadi hujan lebat disertai dengan angin kencang dan petir," papar Heru Irawan, Minggu (10/11/2018).

Dikatakannya, selain tanah longsor, adapula wilayah yang rawan banjir. Seperti di Kecamatan Garum, Nglegok, dan Gandusari rawan terjadi banjir lahar dingin. Karena tiga wilayah itu dilewati aliran lahar Gunung Kelud. Sementara di wilayah Wonodadi dan Sutojayan yang rawan banjir akibat luapan sungai.

"Kalau di kecamatan yang dilewati aliran lahar gunung Kelud itu rawan banjir lahar dingin. Adapula wilayah yang rawan banjir akibat luapan sungai," jelasnya.

“Kami telah memberikan imbauan untuk warga masyarakat yang tinggal wilayah rawan bencana untuk waspada saat hujan turun. Mereka diminta memasang rambu atau imbauan di titik-titik rawan bencana.

Sebelumnya, dilaporkan bencana tanah longsor terjadi di Dusun Boro, Desa Selorejo, Kecamatan Selorejo. Longsor terjadi di tanah kosong milik warga setempat. Beruntung longsor di tebing setinggi empat meter ini tak menimbulkan korban jiwa karena jauh dari pemukiman warga.

Tak lama setelah tanah longsor, hujan disertai angin kencang juga terjadi di Dusun Selorejo, Desa Selorejo, Kecamatan Selorejo. Angin kencang mengakibatkan dua pohon asem roboh. Satu pohon asem roboh dan merusak sebuah teras sebuah penginapan. Sementara satu lagi roboh ke badan jalan. (ina/rev)

Dua Warga Kepulungan yang Terseret Banjir Bandang Ditemukan Tewas
Kamis, 04 Februari 2021 17:21 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Dua warga Desa Kepulungan Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, yang dilaporkan hilang akibat terseret derasnya arus banjir Rabu (3/2) kemarin, akhirnya ditemukan dalam kondisi tewas, Kamis (4/2) pagi. Korban adalah ...
Kamis, 07 Januari 2021 16:58 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Pamekasan dalam masa pandemi ini tetap bertekad memberikan wahana hiburan rekreasi sekaligus olahraga, terutama bagi anak-anak dan usia dini.Melalui kapasitas dan potensi...
Sabtu, 06 Maret 2021 07:30 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Publik heboh. Itu loh, soal dana asing Rp 100 triliun yang bakal masuk Indonesia. Lewat sovereign wealth fund (SWF). Atau Lembaga Pengelola Investasi (LPI).SWF memang sedang jadi sorotan publik. Maklum, sudah banyak ...
Senin, 22 Februari 2021 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*58. Warabbuka alghafuuru dzuu alrrahmati law yu-aakhidzuhum bimaa kasabuu la’ajjala lahumu al’adzaaba bal lahum maw’idun lan yajiduu min duunihi maw-ilaanDan Tuhanmu Maha Pengampun, memiliki kasih sayang. ...
Sabtu, 06 Maret 2021 14:06 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wono...