Penyerahan secara simbolis klaim santunan kematian dari BPJS Ketenagakerjaan pada ahli waris. Foto: AAN AMRULLOH/ BANGSAONLINE
JOMBANG, BANGSAONLINE.com - PT. Sehat Tentrem bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan memberikan santunan klaim kematian kepada ahli waris dari Sujoko (52), yang kesehariannya bekerja sebagai tukang becak di Kabupaten Jombang.
Bertempat di gudang pemasaran PT. Sehat Tentrem yang berada di Desa Keplaksari, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, santunan tersebut dihadiri Marketing Pemasaran PT. Sehat Tentrem Safri Al Hilmi, Divisi Penjualan PT. Sehat Tentrem Nono Ismanto, Kepala Cabang BPJS Jombang Ibrahim Hadi Wibowo, serta 130 tukang becak.
BACA JUGA:
- Tasyakuran Maulid Nabi, PT Sehat Tentrem Berikan Santunan ke Tukang Becak di Jombang
- Syukuri Nikmat Kemerdekaan Bangsa Indonesia, Sehat Tentrem Bagikan Santunan ke Ratusan Tukang Becak
- Gandeng BPJS, PT Sehat Tentrem Berikan Santunan Rp42 Juta untuk Tukang Becak di Jombang
- Perjuangkan CSR, MDKTI Hearing dengan Komisi B DPRD Jombang dan PT SGS
Santunan kematian sebesar Rp42 juta diserahkan secara simbolis kepada ahli waris almarhum, Joko Santoso.
"Terima kasih buat PT. Sehat Tentem dan BPJS yang telah memberikan santunan kepada almarhum," ucapnya, Sabtu (26/7/2025).
Joko mengatakan, santunan ini sangat bermanfaat bagi ahli waris, utamanya untuk keperluan proses usai kematian almarhum.
"Ini buat bancaan/tahlilan almarhum sampai selesai. Dengan adanya santunan ini sangat membantu kami," ungkap Joko.
Dalam kesempatan ini, pihak ahli waris Sujoko yang merupakan anggota dari Paguyuban Sedulur Becak Sehat Tentrem Jombang, juga mengucapkan terima kasih pada pemilik PT Sehat Tentrem, Muhammad Subchi Asal Tsani beserta keluarganya.
Kepala Cabang BPJS Jombang, Ibrahim Hadi Wibowo, mengapresiasi PT. Sehat Tentrem yang sudah memberikan iuran berupa BPJS ketenagakerjaan pada sebanyak 200 tukang becak di Kota Santri.
"PT. Sehat Tentrem ini sangat luar biasa, telah memberikan iuran kepada tukang becak dengan dua manfaat, yakni kecelakaan kerja sama kematian," ucapnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




