Anggota FPD DPRD Gresik, H. Suberi, S.H.
GRESIK, BANGSAONLINE.com - DPRD Gresik tak menutup kemungkinan akan kembali merevisi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2016-2021. Hal ini didasari fakta bahwa APBD Gresik selalu tak sejalan dengan RPJMD, selama kurun waktu 2 tahun ini.
"Capaian keuangan pada APBD selalu tak sesuai dengan ketetapan di RPJMD Perubahan," ujar anggota DPRD Gresik Fraksi Partai Demokrat (FPD), H. Suberi, S.H. kepada BANGSAONLINE.com, Senin (19/11/2018).
Berdasarkan Perda RPJMD 2016-2021 hasil revisi, seharusnya kekuatan APBD Gresik dipatok naik berjenjang. Yakni tahun 2018 ditarget sebesar Rp 3.028.380.629.522,00, tahun 2019 naik jadi Rp 3.321.520.324.963,20, tahun 2020 Rp 3.662.905.955.438,78, dan di tahun 2021 naik menjadi 4.044.990.150,73.
"Namun faktanya APBD Gresik tahun 2018 hanya Rp 2.877.270.963.500, atau Rp 2,8 triliun. Sehingga menyimpang dari revisi Perda RPJMD tahun yang seharusnya Rp 3.028.380.629.522,00," jlentrehnya.
Kondisi serupa, lanjut Suberi, juga terjadi pada kekuatan APBD Gresik 2019. Mengacu RPJMD, seharusnya APBD tahun depan menjadi Rp 3.321.520.324.963,20. Namun, lagi-lagi target itu hampir mustahil diwujudkan mengingat dalam nota RAPBD 2019 yang dibacakan Bupati pada paripurna Senin (19/11/2018) kemarin, kekuatan belanja APBD 2019 hanya bertengger di kisaran Rp 3,138 triliun.
"Sehingga, ada penurunan Rp 138,5 miliar lebih dari patokan di RPJMD Perubahan," papar politikus senior asal Sidayu ini.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




