Proses pemasangan pipa jaringan distribusi tersier di Desa Kemantrenrejo.
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Menurut keterangan berbagai sumber, selama ini penduduk yang bermukim di Utara jalan Nasional menggunakan air payau (asin dan tawar) untuk memenuhi kebutuhan air bersih layak konsumsi maupun MCK. Padahal, air layak konsumsi adalah salah satu sarana fasilitas umum yang digunakan sehari-hari. Berdasarkan hal itulah, program SPAM Offtake Winongan diwujudkan.
Saat ini proyek yang bertujuan untuk mendistribusikan air layak konsumsi di Pasuruan wilayah Utara itu telah merampungkan pemasangan pipa untuk 3.046 SR (sambungan rumah tangga) meliputi wilayah Rejoso. Sedangkan pada tahun 2019, program lanjutan pembangunan SPAM Offtake Winongan berupa penambahan kapasitas 40 ribu SR. Lokasi pembangungan meliputi wilayah Kecamatan Rembang, Beji, dan Gempol.
BACA JUGA:
- Dilema PPPK dan Napas APBD Pasuruan: Komisi I DPRD Cari Formula 'Bensin'
- Kolaborasi Mas Rusdi dan Gus Shobih Wujudkan Pemerintahan Akuntabel di Kabupaten Pasuruan
- Pemkab Pasuruan Ajukan Revitalisasi Pasar Wisata Cheng Hoo Rp66 Miliar ke Pemerintah Pusat
- Wabup Pasuruan Pantau GPM Serentak di Halaman Kecamatan Kejayan

(PPkom Ir. Sutoko, menunjukkan pipa yang digunakan jaringan pembangunan SPAM Offtake Winongan)
PPKom Ir. Sutoko optimis proyek SPAM Offtake Winongan akan mampu mencukupi kebutuhan air bersih layak konsumsi dan MCK penduduk yang tinggal di dekat pantai. “Dari 1,2 juta lebih penduduk se-Kabupaten Pasuruan, ribuan di antaranya tinggal di dekat pantai yang mana setiap hari menggunakan air payau. SPAM Offtake Winongan akan mampu mengatasi kebutuhan MCK dan konsumsi mereka,” ujar Sutoko.







