Hadiri Jagongan Kamtibmas, Bupati Harapkan Kediri Aman

Hadiri Jagongan Kamtibmas, Bupati Harapkan Kediri Aman

Dandim 0809 Kediri menyampaikan perkembangan situasi keamanan di wilayah Kediri menjalang Pileg dan Pilpres 2019. Kodim 0809 Kediri dengan jumlah personil sebanyak 700 orang memiliki tantangan dalam menjaga pelaksanaan Pemilu di Kota dan Kabupaten Kediri. Kendati demikian, tugas dan tanggung jawab tersebut tidak akan sukses tanpa dukungan semua pihak.

“Dengan tokoh-tokoh yang hadir di sini, tentunya dapat berperan aktif. Sehingga dapat mendukung pelaksanaan pemilu aman, tertib dan damai,” kata Letkol Kav Dwi Agung. Dalam forum tersebut Dandim juga menegaskan tentang netralitas TNI dalam Pemilu. “Selaku aparat, posisi kita netral tidak ada keraguan di masyarakat,” tandasnya.

Hal lain yang disampaikan Dandim adalah tentang pertanian. Di mana, Kediri diproyeksikan menjadi lumbung pangan Nasional. TNI AD yang telah mengikat kerja sama dengan Kementerian Pertanian membantu pemerintah dalam mendukung program pertanian Nasional.

“Kemarin baru saja mengikuti Rakornas Kementerian Pertanian. Karena TNI AD mempunyai MoU (Memorandum Of Understanding) dengan Kementan. Kediri potensi menunjang lumbung pangan Nasional. Kami hadir ke sana dengan Kadis Pertanian. Kita target ekspor beras ke depannya. Diharapkan, pada saat panen bulan Maret dan April bisa diserap oleh Bulog. Sehingga stok Bulog penuh. Kami mendukung program pemerintah, dan ini tugas tambahan dengan teman-teman pemerintah daerah. Bulog sendiri juga siap, bahwa pada hari Sabtu dan Minggu tetap buka dengan harga bersaing. Supaya Negara kita semakin maju,” harapnya.

Hal yang sama diutarakan Kapolres Kediri AKBP Roni Faisal dan Ketua KPU Kabupaten Kediri Sapta Andaru Iswara dalam sambutannya masing-masing. Kapolres Kediri menyatakan kesiapsiagannya dalam menjaga situasi keamanan di Kediri bersama Kodim 0809 dalam rangka mensukseskan Pemilu 2019. Sementara Ketua KPU Kabupaten Kediri mengucaptkan rasa terima kasih kepada semua pihak yang berkomitmen dalam mengawal pelaksanaan Pemilu aman dan damai.

“Pada 17 April 2019 kita melaksanakan agenda pemilu legislatif dan presiden yang dilaksanakan serentak. Dimana, kita ketahui saat ini, di medsos saling saut sautan tentang isu-isu pemilu. Kita menyadari bahwa ini memang agenda politik. Namun, semua pandangan dan perbedaan yang ada, jangan sampai memecah belah persatuan,” kata Sapta Andaru Iswara.

Masih kata Sapta, semua orang memiliki pandangan politik berbeda, termasuk pihak-pihak yang hadir dalam pertemuan ini. “Acara yang sudah diselenggarakan ini, diharapkan menjadi satu komitmen, yaitu sama-sama mewujudkan Kediri aman kondusif dan tidak ada gejolak. Terima kasih kepada aparat keamanan yang telah memberikan penguatan kepada kami. Mari semua mendukung Kediri yang kondusif,” pungkasnya. (adv/kominfo/rif)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO