Penasehat Baznas Gresik, Moh. Qosim dan Ketua Abdul Munif saat menerima kunjungan dari Baznas Lumajang dan Pamekasan. foto: SYUHUD/ BANGSAONLINE
Kepada mereka, Qosim menyarankan keduanya untuk melakukan pendekatan lebih kepada bupatinya. "Harus pandai mencari sela yang baik agar bisa bertemu dan berbicara dari hati ke hati. Di Gresik, Baznas merupakan partner Pemerintah dalam pemberian bantuan sosial. Setiap bupati dan wakil bupati mengadakan kegiatan di suatu daerah, Baznas Gresik selalu menyertai dengan memberikan santunan kepada yatim piatu dan kaum dhuafa. Baznas juga sering membantu kami untuk menyantuni fakir miskin yang sedang kesulitan, misalnya tengah sakit dan tidak ada biaya berobat," paparnya.
Sementara Ketua Baznas Gresik Abdul Munif menjelaskan tentang program kampung ternak yang tengah menasional. Program ini telah diapresiasi oleh Ketua Baznas Pusat, Bambang Sudibyo yang pernah datang langsung ke Gresik.
Ada 8 kandang ternak yang telah dibangun Baznas Gresik, baik itu untuk masyarakat desa, maupun pondok pesantren. Masing-masing ada di Desa Kertosono Sidayu, Desa Wedani Cerme, Desa Sukorejo Bungah, Desa Petung Panceng, Desa Ketanen Panceng, Desa Kesambenkulon Wringinanom, Desa Tiremenggal Dukun, dan Desa Banyuurip Kedamean.
"Yang terbesar dan akan kita kunjungi bersama nanti ada di desa Kertosono Sidayu. Di sana ada 3 kandang dengan jumlah kambing 161 ekor yang dimanfaatkan oleh 24 orang mustahiq. Tiap mustahiq menerima 4 ekor kambing, yaitu 3 ekor betina dan seekor jantan. Padahal awalnya hanya 40 ekor," katanya.
Abdul Munif menambahkan, dengan adanya program kampung ternak Baznas Gresik ini, pihaknya kebanjiran tamu dari Baznas seluruh Indonesia. Terhitung sejak program kampung ternak ini diluncurkan yaitu tahun 2018, sudah ada 10 Baznas kabupaten maupun provinsi yang berkunjung ke Baznas Gresik. (hud/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




