Kasatreskrim Polresta Sidoarjo Kompol Muhammad Harris.
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Kasus perampokan di rumah Miskan, pedagang daging di Desa Sugihwaras, Kecamatan Candi, Sidoarjo masih misterius.
Polisi belum berhasil mengidentifikasi pelaku yang beraksi dengan membawa senjata api dan menguras uang Rp 15 juta plus membawa sepeda motor korban itu.
BACA JUGA:
- Sidang Penggelapan Kasur di Sidoarjo: 7 Ponpes Sudah Bayar Lunas, Tapi Uang Rp620 Juta Tak Disetor
- Diduga Dipicu Klakson, Pria di Waru Sidoarjo Sabet Pengendara Mobil dengan Celurit
- Kasus Perusakan Makam Mbah Dirjo Joyo Ulomo Masuk Tahap Penyidikan, SPDP Dikirim ke Kejari Sidoarjo
- Rumah Bertuliskan 'Dijual' Jadi Markas Gas Oplosan, Sindikat di Sidoarjo Raup Puluhan Juta
"Petugas masih melakukan penyidikan. Sejumlah saksi sudah dimintai keterangan, dan petugas juga terus mengumpulkan alat bukti untuk mengidentifikasi siapa pelaku tersebut," ujar Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo Kompol Muhammad Harris, Rabu (27/2).
Di antaranya, upaya itu dilakukan dengan mencari rekaman CCTV di sekitar lokasi. "Di rumah korban tidak ada CCTV, tapi kemungkinan ada di tempat lain di sekitar situ," cetusnya.
Rekaman itu dirasa penting karena korban tidak detail mengingat wajah dan ciri-ciri pelaku. Hanya disebut, pelaku masuk dengan mengaku sebagai anggota polisi, kemudian mengeluarkan senjata semacam pistol untuk mengancam korban.
"Pelaku terus memakai helm selama beraksi. Dan korban juga ditutup kepalanya menggunakan plastik kresek dan diborgol tangannya. Sehingga dia sulit mengidentifikasi pelaku," sambung Harris.
Termasuk tentang senjata yang dipakai pelaku, Harris juga menyebut belum bisa dipastikan. Apakah benar senjata api, air gun, airsoft gun, atau hanya mainan. Sebab, selama aksinya pelaku tidak meletuskan senjatanya. Cuma dipakai menakuti korban.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




