Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa bersama Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Saiful Rachman saat meninjau pelaksanaan USBN-BKS di SMA dan SMK Hangtuah, Surabaya. Foto: DIDI ROSADI/BANGSAONLINE
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa optimis mampu menjaga akuntabilitas pelaksanaan Ujian Nasional Berstandar Nasional Berbasis Komputer dan Smartphone (USBN-BKS) di wilayah Jatim. Hal ini ditunjang karena soal-soal yang disiapkan oleh Dispendik Provinsi Jatim jumlahnya mencapai 5000, sehingga bisa dipastikan setiap siswa akan mendapat soal yang berbeda.
“Saya melihat ada improvement pada USBN-BKS tahun in, setiap siswa dipastikan akan fokus pada komputer/laptopnya masing-masing karena soalnya berbeda,” ungkap Gubernur Khofifah usai meninjau pelaksanaan USBN-BKS berturut-turur di SMA Hangtuah 1, SMAN 5 Surabaya, SMAN 2 Surabaya, dan SMAN 1 Surabaya, Senin (4/3).
BACA JUGA:
- Prof Kiai Asep: Gubernur Khofifah Jalankan Pemerintahan Pakai Referensi, Perhitungan dan Hati-Hati
- Jelang Pelantikan, Tes Kesehatan, Khofifah-Emil Sehat
- Usung 2 Inovasi, Jatim Raih Penghargaan Provinsi Terinovatif di IGA 2024
- Jenazah Kiai Roziqi Disalatkan di Masjid Akbar, Khofifah 3 Kali Minta Kesaksian Jemaah
Gubernur Khofifah menjelaskan, yang terbaru dari update teknologi USBN-BKS di Jatim yakni pemanfaatan smartphone. Meskipun menggunakan smasrtphone, dari segi keamanan juga diantisipasi yaitu saat siswa mengakses atau login ke aplikasi maka akses ke web lain akan dikunci.
“Kekhawatiran siswa untuk googling jawaban tertentu tidak dimungkinkan, karena by sistem sudah di lock dan loginnya baru bisa ketika di dalam kelas,” terangnya sembari mengimbuhkan bahwa di SMA 1 Hangtuah banyak siswa yang menggunakan smartphone, sedangkan di SMAN 5, SMAN 2, dan SMAN 1 menggunakan laptop atau komputer.
Gubernur Khofifah menegaskan, bahwa hasil USBN-BKS ini merupakan penentu 100% kelulusan siswa. Oleh sebab itu, kejujuran menjadi bagian yang sangat penting saat pelaksanaan ujian akhir ini.
“Saya semalam mengajak Wagub, Kadis dan jajarannya untuk sholat dan doa bersama, serta berpuasa selama pelaksanaan ujian, agar bisa menghadirkan doa untuk anak-anak kita di SMA/SMK/MA,” urainya.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah juga berkesempatan melihat ruang server yang menunjukkan bagaimana siswa-siswi mengerjakan soal-soal secara real time. Artinya, bisa terukur masing-masing siswa saat menyelesaikan soal mata pelajaran.
Dicontohkan, dalam 2 jam terdapat dua mata pelajaran dan berapa soal yang telah mampu dikerjakan.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




