Arief Handayani, Kadisnakertrans Kab. Pamekasan.
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Maraknya para pengamen jalanan di setiap persimpangan lampu merah di Kota Pamekasan mulai dikeluhkan oleh masyarakat. Keluhan tersebut mendapat tanggapan serius dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Pamekasan.
Menurut Arief Handayani, Kepala Disnakertrans Pamekasan, sebagai kota yang memperoleh penghargaan Adipura seharusnya memang bersih dari para pengamen maupun pengemis.
BACA JUGA:
- Dihadiri Mendikdasmen, Puluhan Siswa Pingsan Saat Senam Anak Indonesia Sehat di Pamekasan
- Dugaan Penipuan Umrah di Pamekasan Memanas, Korban Kini Digugat Balik Agensi
- Bupati Pamekasan Tiga Kali Tinjau SGMRP Demi Sukseskan Puncak Hardiknas Jatim 2026
- Jelang Iduladha, PLN ULP Pamekasan Perkuat Jaringan demi Cegah Gangguan Listrik
"Seharusnya Pemkab Pamekasan segera mencari solusi bagaimana caranya supaya para pengamen jalanan yang mulai banyak berkeliaran di simpang empat lampu merah tersebut tidak meresahkan pengguna jalan yang ingin melintas," ujar Arief Handayani.
Arief Handayani mrenyarankan, untuk memasang plang imbauan agar masyarakat tidak memberikan uang pada para pengamen maupun pengemis. "Di mohon kepada pengguna jalan untuk tidak memberi uang kepada pengamen dan pengemis," usulnya.
"Dengan begitu pengamen tidak mungkin lagi berkeliaran dan mengamen di simpang empat lampu merah," kata Arif Handayani.
"Imbauan kayak gitu sudah diterapkan di beberapa kota, seperti di Sampang, Pasuruan, dan kota-kota lainnya," pungkasnya. (err/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




