Wabup Pungkasiadi hadir dalam sosialisasi perizinan berusaha dalam rangka fasilitasi koordinasi pelaksanaan investasi.
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Satu lagi inovasi Pemerintah Kabupaten Mojokerto dalam hal pelayanan publik berbasis online digital bernama izin.mojokertokab.go.id. Inovasi besutan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) ini, diresmikan Kamis (2/5) pagi di Hotel D'Resosrt Bypass oleh Wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi. Acara ini sekaligus dalam rangka sosialisasi perizinan berusaha dalam rangka fasilitasi koordinasi pelaksanaan investasi.
Inovasi ini dibuat guna mendukung sistem Online Single Submission (OSS), yang telah dilaksanakan secara regional. Meski masih dalam tampilan format yang simpel, inovasi ini diharapkan dapat mempermudah pelayanan perizinan berusaha di Kabupaten Mojokerto. Seperti yang disampaikan Wakil Bupati Pungkasiadi dalam arahannya.
BACA JUGA:
- HUT ke-733 Kabupaten Mojokerto, Gus Barra Paparkan Beragam Prestasi dan 9 Program Strategis 2026
- Investasi di Kabupaten Mojokerto pada 2025 Capai Rp4,45 Triliun, Gus Barra Apresiasi Sektor Industri
- Sekda Mojokerto: Bukan Dipanggil, Justru Kami Sengaja Datang ke KPK untuk Konsultasi
- Khofifah Resmikan IPA SPAM Mojolagres dan Beri Bantuan 400 Drum Aspal ke Pemkab Mojokerto
“Meski masih simpel (izin.mojokertokab.go.id.), tapi lengkap sesuai kebutuhan. Mulai dari maklumat perizinan, visi mis, motto, prosedur dan mekanisme perizinan, tarif retribusi, hingga download blanko-blanko perizinan. Pemohon tidak perlu jauh-jauh datang, semuanya sudah terintegrasi dengan sistem OSS. Serba simpel, cepat, dan mudah,” kata wabup.
Wabup juga menambahkan, guna mendukung peningkatan pelayanan publik ke depannya, Pemerintah Kabupaten Mojokerto juga bakal segera membangun Mall Pelayanan Publik di Jalan Raya RA. Basuni atau bersebelahan dengan kantor DPRD.
“Nantinya para OPD pendukung pelayanan perizinan, akan menempatkan staff di situ (Mall Pelayanan Publik). Sehingga koordinasi teknis perizinan makin mudah dan cepat. Saya juga minta Dinas Perizinan ikut Zona Integritas WBK dan WBBM, karena berhubungan dengan masyarakat langsung,” mantap wabup yang hadir bersama Sekdakab Herry Suwito, dan perwakilan Kajari.
Abdulloh Muchtar Kepala DPMPTSP mengatakan dalam sambutan, bahwa inovasi ini dibuat untuk memutus mata rantai perizinan yang dianggap susah. Pelayanan berbasis online kata Abdulloh Muchtar, akan memangkas waktu permohonan perizinan lebih singkat dan cepat. Berkas yang diajukan pemohon secara online, akan diverifikasi dengan tiga status yakni diizinkan, dikembalikan, dan ditolak.
“Proses perizinan nantinya akan lebih cepat dan mudah. Kita berharap muaranya adalah peningkatan daya saing dan ekonomi daerah, yang pada akhirnya mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat,” kata Abdulloh Muchtar. (yep/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




