Tim DP5A Kota Surabaya saat menghibur para korban kebakaran.
Ia juga memastikan bahwa pendampingan itu akan dilakukan selama posko tersebut masih ada di Kampung Ilmu. Makanya, demi mendampingi mereka, tim dari DP5A sudah membagi tim dengan beberapa shif. Shif pertama akan bertugas dari pukul 08.00-14.00 WIB. Selanjutnya, dari pukul 14.00-21.00 WIB.
“Nah, malamnya kami akan siagakan satgas kami di sini, sehingga apabila sewaktu-waktu ada yang stress akan langsung ditangani,” kata dia.
Berdasarkan hasil pemantauannya di hari pertama pendampingan, masih banyak anak-anak yang takut tidak bisa sekolah di sekolahnya yang lama. Namun, dengan berbagai macam intervensi bantuan yang dilakukan oleh Pemkot Surabaya, termasuk dengan pemberian tas, sepatu, buku dan baju sekolah, mereka nampaknya punya gairah lagi untuk melanjutkan sekolahnya.
“Intinya di sini intervensi dari pemkot itu nyata, bagi-bagi seragam dan lain-lain tadi, lalu kita ajak bermain juga, sehingga kekhawatiran untuk tidak bisa sekolah sudah sedikit berkurang. Bahkan, tadi ada yang bilang kepada ibunya kalau tidak apa-apa tinggal di rusun asalkan tetap bisa sekolah di sekolah lamanya,” tegasnya.
Selain memberikan pendampingan kepada anak-anak korban kebakaran, DP5A juga mendengarkan semua curhat dan cerita dari ibu-ibu dan bapak-bapak yang ada di pengungsian. Bahkan, apabila ada keluhan langsung dikoordinasikan untuk segera dibantu. “Kami akan terus dampingi supaya mereka semua, para korban bisa punya semangat kembali untuk hidup. Karena bagaimana pun, ini bukan akhir dari segalanya,” imbuhnya.
Sebelumnya, Rabu (10/7/2019) kemarin, sebuah kebakaran besar terjadi di Jalan Margorukun Gang Lebar, Kelurahan Gundih, Kecamatan Bubutan, Surabaya. Karena kebakaran itu terjadi di rumah padat penduduk, akhirnya sejumlah rumah hangus terbakar. Akhirnya, warga korban kebakaran itu ditampung di Kampung Ilmu Jalan Semarang. (ian/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




