Sabtu, 17 April 2021 19:31

​Heboh, Kiai Imam Ghazali Said Tuding Petugas Haji “Menakuti-Nakuti” Jamaah Haji agar Tidak Tarwiyah

Senin, 05 Agustus 2019 13:11 WIB
Editor: Em Mas'ud Adnan
​Heboh, Kiai Imam Ghazali Said Tuding Petugas Haji “Menakuti-Nakuti” Jamaah Haji agar Tidak Tarwiyah
Dr. KH. Imam Ghazali Said, MA. foto: HARIAN BANGSA

MAKKAH, BANGSAONLINE.com - Dr KH Imam Ghazali Said, MA, Pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wonokromo Surabaya yang kini menjadi pembimbing haji di Makkah protes. Ia menuding petugas haji “menakut-nakuti” jamaah haji agar mereka tidak ikut Tarwiyah.

“Bahkan faktanya; petugas haji mulai dari TPHI, TPIHI, TKHI Daker Makkah cenderung "menakut-nakuti" JH (jamaah haji) yang berkeinginan Tarwiyah. Monggo bapak Menag RI dan Dirjen Haji berkenan memberi penjelasan,” tulis Kiai Imam Ghazali Said yang juga dosen Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya pada akun facebook-nya.

Ia lalu mengupload blanko surat pernyataan permohonan Tarwiyah yang isinya menyebutkan bahwa semua risiko akan ditanggung sendiri oleh jamaah yang ikut Tarwiyah, baik moril maupun materiil. “Ini di antara bukti bahwa para petugas haji Indonesia di Makkah menakut-nakuti JH yang mau ikut Tarwiyah,” kata Kiai Imam Gzali Said.

BACA JUGA : 

Dikritik Soal Doa Lintas Agama, Menag Yaqut Akhirnya Bilang Begini di Tulungagung

Kemenag Jatim Beberkan Update Info Haji 2021

Kemenag Lamongan: Pelaksanaan Ibadah Haji 2021 Belum Ada Kepastian

Travel Haji-Umroh Minta Dispensasi Kebijakan Karantina Kepulangan

(Inilah blanko permohonan ikut Tariwiyah yang oleh Kiai Imam Ghazali Said disebut sebagai salah satu bukti petugas haji "menakut-nakuti" jamaah hajji agar tak ikut Tarwiyah.). foto: facebook

Kiai Imam Ghazali Said yang sehari-harinya mengasuh rubrik “Tanya Jawab Islam” di HARIAN BANGSA dan BANGSAONLINE.com itu memang sejak lama getol menyuarakan pentingnya Tarwiyah dalam berhaji. Ia sendiri setiap membimbing jamaah haji selalu Tarwiyah yang ia yakini sebagai ibadah haji yang pernah dipraktikkan Rasulullah SAW. Saat HARIAN BANGSA dan BANGSAONLINE.com ikut rombongan jamaah haji Kiai Imam Ghazali Said juga Tarwiyah.

Apa itu Tarwiyah? Tarwiyah secara bahasa berarti segar dan menyegarkan. Ini, karena Mina atau Muna sebagai situs haji sejak masa Nabi Ibrahim AS (w. 1800 SM) sampai masa Nabi Muhammad SAW (571-632 M) adalah kawasan yang penuh dengan oase menampung air hujan. Karena itu jamaah haji dapat minum puas ketika mereka singgah di Mina. Mereka kemudian membawa bekal air secukupnya untuk ritual wukuf di Arafah yang kering krontang.

Versi lain, kata Kiai Imam Ghazali Said, Tarwiyah diartikan sebagai rukya shadiqah (mimpi benar) Nabi Ibrahim as yang diperintah Allah SWT untuk menyembelih putra tunggalnya saat itu, Ismail AS. Dari mimpi yang diyakini sebagai wahyu itulah, setelah proses kontemplasi wukuf di Arafah dua manusia pilihan ini, rela mengeksekusi dan dieksekusi mimpinya itu pada 10 Zulhijah yang kemudian populer dengan yaum al-nahr. Kisah ini dijelaskan secara rinci oleh al-Azraqi dalam Alhbaru Makkah.

Manasik dua nabi: bapak-anak (Ibrahim-Ismail) inilah yang diteruskan oleh Nabi Muhammad SAW pada 10 H/632 M dengan memulai dengan ihlal (niat) dan singgah di Mina pada waktu Dhuha tanggal 8--Duha 9 Zulhijah. Sunnah Rasul ini diperkuat dengan sabda beliau:خذوا عنى مناسككم : "Ambillah manasik kalian dari aku.." (Hr. Nasai dan Bayhaqi).

Menurut Kiai Imam Ghazali Said, pelaksanaan manasik haji pada masa Khulafaur Rasyidin konsep Fikih (sunah, wajib, dan rukun) belum muncul sebagai wacana akademik. Karena itu para sahabat dan keluarga Rasulullah SAW meniru teknis manasik sesuai perintah hadis di atas. “Nyaris semua bermanasik dengan bertarwiyah,” kata Kiai Imam Ghazali Said.

Menurut dia, konsep Fikih yg menyatakan bahwa Tarwiyah itu berkonotasi hukum sunah muncul sekitar tahun 100 H. Tarwiyah dalam fikih bisa ditinggalkan dan tak berakibat denda; fidyah atau hadyu/dam. “Dalam dinamikanya fuqaha (para ahli fiqh) sepakat bahwa Tarwiyah adalah sunah haji yang sangat dianjurkan,” tegasnya.

Ia mengatakan bahwa jamaah haji yang meninggalkan Tarwiyah mendapatkan "keutamaan haji mnimalis". Dalam ungkapan lain; jamaah haji yang ingin mendapatkan "keutamaan haji secara maksimal" seharusnya melaksanakan Tarwiyah. Tapi cara pandang seperti ini, menurut Kiai Imam Ghazali Said, "dihilangkan" dan sama sekali tidak muncul dalan Fikih Manasik Kemenag RI. Mengapa?

Ia menyitir Shaleh Putuhena dalam Historiografi Indonesia. Menurut dia, Shaleh Putuhena mengungkap bahwa sejak awal pelaksanaan haji yang dilakukan pemerintah Hindia Belanda pada 1927 memang tidak melaksanakan Tarwiyah. Jamaah haji pada 8 Zulhijah diangkut dari Makkah langsung ke Arafah sebagai persiapan wukuf.

“Saat transportasi utama masih menggunakan onta, kebijakan manasik tanpa Tarwiyah sangat bisa dipahami,” katanya.

Namun ia menyayangkan, ternyata berlanjut hingga kini. “Kebijakan manasik tanpa Tarwiyah ini terus berlanjut sampai Indonesia merdeka sampai gonta-ganti 7 presiden saat ini. Sementara ulama produk pesantren, IAIN, UIN Universitas al-Azhar dan Perguruan Tinggi di Timur Tengah yang lain mulai mempertanyakan; mengapa Tarwiyah tidak menjadi kebijakan pelaksanaan manasik Jamaah Haji Indonesia,” kata Kiai Imam Ghazali Said yang pada haji tahun ini menjadi Karom 09 Kloter 59 Sub. (tim)

​Mengenang Masa Lalu, Ngabuburit Sambil Bermain Meriam Bambu
Jumat, 16 April 2021 22:03 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Ada beragam cara yang bisa dilakukan untuk mengisi waktu menunggu berbuka puasa, atau ngabuburit.Salah satunya seperti yang dilakukan bocah di Kota Pasuruan, Jawa Timur. mereka bermain meriam bambu di tanah lapang.Sepert...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Sabtu, 17 April 2021 05:46 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Setelah banyak mendapat dukungan dari para tokoh, dokter, dan bahkan jenderal, tampaknya uji fase II Vaksin Nusantara akan lanjut. Tentu di luar BPOM.Apa itu Ilegal? Nah, silakan ikuti tulisan Dahlan Iskan di Disway d...
Senin, 22 Februari 2021 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*58. Warabbuka alghafuuru dzuu alrrahmati law yu-aakhidzuhum bimaa kasabuu la’ajjala lahumu al’adzaaba bal lahum maw’idun lan yajiduu min duunihi maw-ilaanDan Tuhanmu Maha Pengampun, memiliki kasih sayang. ...
Sabtu, 17 April 2021 11:15 WIB
Memasuki Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA)...