Tarso Sugito (eks Kadishub Gresik) saat melihat lahan milik Pemkab di timur Bandar Grisse untuk lahan parkir. Foto: SYUHUD/BANGSAONLINE
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Mantan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Gresik, Tarso Sagito, menanggapi pembongkaran eks Asrama VOC di kawasan Bandar Grissee, Jalan Basuki Rahmat, oleh PT Pos Indonesia untuk lahan parkir pengunjung. Ia menilai, Pemkab Gresik memiliki lahan cukup luas yang bisa dimanfaatkan tanpa harus merusak bangunan cagar budaya.
“Pembangunan lahan parkir di kawasan Bandar Grissee sebenarnya masih bisa menggunakan lahan milik Pemkab yang berada di sisi timur simpang tiga Jalan Basuki Rahmat-Jalan Yos Sudarso-Jalan AKS Tubun, dan lahan di sebelah eks Kantor Polres Lama (sekarang Polsek Kota),” kata Tarso kepada BANGSAONLINE.com, Kamis (29/1/2026).
Dijelaskan olehnya, sudah ada wacana dan survei bersama DPPKAD untuk pembangunan lahan parkir pengunjung wisata Bandar Grissee saat saat masih menjabat Kadishub. Lokasi yang direncanakan berada di utara Jalan Yos Sudarso dengan konsep bertingkat, lantai bawah untuk kendaraan roda empat, lantai atas untuk roda dua.
Sementara lahan di timur Polsek Gresik Kota direncanakan dibangun ruko dengan area depan untuk parkir roda dua. Tarso menambahkan, lahan milik Pemkab Gresik di timur Bandar Grissee saat ini masih disewa pedagang.
“Kami sudah melihat lokasi lahan untuk parkir khusus pengunjung Bandar Grissee di timur kantor Polsek Kota Gresik. Saat ini, lahan tersebut disewa sejumlah pedagang,” ucapnya.
Ia mengaku telah meminta agar sewa lahan yang berakhir 31 Desember 2023 tidak diperpanjang, sehingga awal 2024 bisa dipersiapkan pembangunan kantong parkir.
“Ada dua aset yang bisa dijadikan kantong parkir khusus. Yakni di timur Bandar Grissee dan di samping timur gerbang Polsek Kota,” tuturnya.
Menurut dia, lahan di timur Jalan Basuki Rahmat cukup luas dan mampu menampung hingga 50 mobil serta 100 sepeda motor.
Tarso berharap, keberadaan kantong parkir dan pujasera dapat membuat kawasan wisata steril dari parkir tepi jalan sekaligus menarik lebih banyak pengunjung. Ditegaskan pula bahwa solusi terbaik adalah memanfaatkan aset Pemkab.
“Jadi solusinya harus pakai aset Pemkab di timur Bandar Grissee,” cetusnya.
Terkait lahan di belakang Kantor Pos Indonesia yang merupakan eks Asrama VOC, ia menyebut sempat ada wacana kerja sama antara Pemkab dan Kantor Pos untuk pemanfaatan lahan parkir. Namun, Tarso menekankan hal itu tidak harus dilakukan dengan membongkar bangunan bersejarah.
“Cukup pemerataan lahan yang kosong baik sebelah timur maupun belakang Kantor Pos,” pungkasnya. (hud/mar)






