“Terus gerakannya juga lincah, kalau lemas atau tidur itu berarti bisa sakit. Jadi itu ciri-ciri hewan sehat jika dilihat secara kasat mata,” katanya.
Berdasarkan data tahun 2018, di 31 kecamatan Surabaya terdapat 360 lokasi penjualan hewan kurban. Dengan jumlah sapi 2070 ekor, sedangkan kambing dan domba 5158 ekor. Hewan kurban yang dijual di Surabaya rata-rata berasal dari sejumlah kota di wilayah Jawa Timur, seperti Probolinggo, Tuban, Jember, Malang, Lamongan, dan Gresik.
Namun, saat sidak di lokasi kedua Jalan Raya Merr, pihaknya menemukan hewan kurban yang berasal dari luar jawa, yakni NTT (Nusa Tenggara Timur) dan NTB (Nusa Tenggara Barat). Masing-masing ditemukan ada empat ekor sapi dari NTT dan NTB.
“Kalau yang berasal dari luar jawa, selain kita melakukan pemeriksaan kesehatan, kita juga melakukan pengawasan yang lebih intens lagi,” ungkapnya.
Akan tetapi, pihaknya memastikan, bahwa hewan kurban yang dijual itu masih aman dan dinyatakan bebas dari penyakit berbahaya. Namun demikian, pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar lebih mengutamakan hewan kurban yang asalnya dari wilayah Jatim.
“Kita juga imbau masyarakat untuk membeli hewan kurban yang telah kami beri label stiker (Telah Diperiksa Kesehatan),” imbaunya. (ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




