GRESIK, BANGSAONLINE.com - PT Petrokimia Gresik (PG) anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero) melibatkan masyarakat dan aparat kepolisian dalam simulasi Penanganan Keadaan Darurat Pabrik (PKDP) sebagai bentuk sosialisasi dan edukasi dalam keadaan darurat, Jumat (30/8).
Direktur Produksi (Dirprod) PG, I Ketut Rusnaya menjelaskan, hal ini penting karena kompleksitas bisnis PG yang saat ini memiliki 31 pabrik dengan kapasitas total 8,9 juta ton, baik produk pupuk maupun non pupuk. Sehingga keadaan darurat harus disikapi dengan kesiapsiagaan seluruh pihak, baik internal maupun eksternal.
BACA JUGA:
- Perkuat Regenerasi Petani dan Cetak Agripreneur, PG Beri Beasiswa 50 Siswa SMK Pertanian
- Hadapi Dinamika Global, Petrokimia Gresik Perkuat Pasokan Sulfur
- Dukung Pertumbuhan UMKM Warga Sekitar, Petrokimia Gresik Kembali Gelar Bazar Ramadhan Lontar 2026
- Gelar Safari Ramadhan, Petrokimia Gresik Salurkan Rp723,5 Juta untuk Masjid dan Ponpes
"Petrokimia Gresik selalu mengutamakan keselamatan (safety) dalam menjalankan proses bisnis sesuai dengan tata nilai perusahaan. Kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahun untuk melihat sejauh mana kesigapan dan tingkat kewaspadaan baik di internal PG, maupun pihak eksternal yang berpotensi terlibat yaitu aparat kepolisian dan warga sekitar, " ujar Ketut.
Lebih lanjut, Ketut menjelaskan bahwa penerapan safety yang optimal mendukung kelancaran proses produksi untuk mewujudkan program transformasi bisnis menjadi perusahaan solusi agroindustri.
Komitmen PG terhadap penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) juga ditunjukkan melalui penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3), Responsible Care Code, dan Sistem Manajemen Pengamanan (SMP).
Selain kegiatan ini, edukasi mengenai K3 juga dilakukan PG kepada masyarakat pada perayaan bulan K3 Nasional setiap bulan Februari dengan melibatkan warga sekitar dalam berbagai perlombaan K3.






