M Fikser (depan, dua dari kiri), Kepala Bagian Hubungan Masyarakat yang mendapatkan promosi menjadi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika. foto: ist
Bahkan, ia juga meminta kepada para pejabat yang dilantik itu untuk tidak menyakiti warga Kota Surabaya, karena Risma sangat mencintai warganya. Ia juga mengaku tangannya patah dan kakinya putus hanya karena saking cintanya kepada warga Kota Surabaya.
“Saya tidak mungkin mau seperti ini, sampai tangan saya patah, kaki saya putus, dokter menyampaikan bahwa tidak ada sepanjang sejarah tendon dua-duanya putus, itu biasanya hanya para atlet yang seperti itu. Nah, itu terjadi pada saya karena terlalu kerja kerasnya, sampai kaki saya seperti ini,” kata dia.
Di samping itu, ia tak menampik kemungkinan di antara para pejabat ada yang marah setelah kena rotasi, karena memang punya keahlian di bidang tersebut. "Namun, mungkin Tuhan melihatnya berbeda, sehingga dia sangat yakin bahwa pelantikan ini tidak mungkin terjadi apabila tanpa ada campur tangan Tuhan," tuturnya.
“Jika mungkin ada yang marah padahal punya keahlian, tolong introspeksi diri kenapa saya sampai dipindahkan, tolong introspeksi,” imbuhnya.
Ia juga menambahkan, para pejabat itu sangat beruntung menjadi pelayan masyarakat. Sebab, banyak di luar sana yang tidak bisa membantu masyarakat.
“Tapi kalau kalian, bisa menolong masyarakat tanpa mengeluarkan uang sepeser pun, jadi tolong berilah yang terbaik untuk warga Kota Surabaya,” pungkasnya.
Dalam pelantikan tersebut, ada dua orang yang diangkat menjadi kepala dinas, yakni Dedik Irianto yang sebelumnya menjabat Kepala Bagian Administrasi Pemerintahan dan Otonomi Daerah mendapatkan promosi menjadi Kepala Dinas Pemadam Kebakaran. Kemudian M. Fikser, yang sebelumnya Kepala Bagian Hubungan Masyarakat, mendapatkan promosi menjadi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika. (ian/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




