
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Sebuah pabrik kerupuk di Dusun Maner, Desa Sumurcinde, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban ludes terbakar, Selasa (15/10) malam.
Saat kebakaran terjadi, pemilik pabrik Wadiran (60) bersama istrinya Darni (55) hanya bisa pasrah melihat si jago merah melalap seluruh barang dan aset pribadinya yang berada di dalam pabrik.
Menurut saksi di lapangan, Sunhaji (49), kejadian kebakaran itu diduga berasal dari sisa pembakaran tungku untuk memproduksi kerupuk. Bara api dari sisa-sisa pembakaran di tungku belum sempat dimatikan dan masih menyala. Alhasil, api dengan cepat menyambar seluruh barang yang ada di sana.
"Api diduga berasal dari sisa-sisa pembakaran tungku yang habis dipergunakan untuk penggorengan kerupuk," ujar Sunhaji yang juga sebagai perangkat desa setempat.
Sementara itu, Plt Kepala Pelaksana BPBD Tuban Emil Pancoro mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Kobaran api juga tidak sempat merobohkan bangunan yang berukuran sekitar 25 x 15 meter itu. Meski begitu, korban mengalami kerugian materiil senilai ratusan juta karena seluruh isi pabrik ludes terbakar.
"Kerugian ditaksir mencapai Rp. 100 juta," ujar Plt Kepala Pelaksana BPBD Tuban, Emil Pancoro, Rabu (16/10).
Beruntung, petugas damkar segera datang ke lokasi kejadian sehingga kobaran api dapat segera ditangani. Dengan dibantu masyarakat sekitar, api berhasil dijinakkan selang 2 jam kemudian, sehingga kobaran api tidak sampai merembet ke rumah korban dan pemukiman warga lainnya.
"Kobaran api berhasil dipadamkan sekitar pukul 22.00 WIB, dengan mengerahkan 3 unit damkar dari Tuban dan 1 unit milik Dinas pemadam kebakaran Kabupaten Bojonegoro," pungkas Emil. (gun/rev)