Sabtu, 05 Desember 2020 00:42

Simorejo, Kampung Hidroponik Pertama di Surabaya

Jumat, 18 Oktober 2019 20:44 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Yudi Arianto
Simorejo, Kampung Hidroponik Pertama di Surabaya
Plt. Kepala Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Surabaya Eri Cahyadi didampingi Camat Sukomanunggal, Lakoli, sedang mengangkat hasil panen.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Sukomanunggal menggelar panen beragam sayuran yang ditanam dengan cara hidroponik, Kamis (17/10).

Beragam jenis sayuran yang ditanam secara hidroponik tersebut mulai dari selada merah, selada hijau, kangkung, serta sawi daging ini akhirnya bisa dipanen setelah 3 bulan dari masa penanaman.

Plt. Kepala Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Surabaya Eri Cahyadi mengapresiasi kerja keras mereka membangun Kampung Hidroponik. Di kampung ini tak hanya terdapat deretan tanaman hidroponik. Di lahan yang kosong di sekitar area tersebut juga dimanfaatkan oleh warga untuk budi daya ikan Patin dan Nila.

“Ketika bicara Smart City, tak hanya bersih dan hijau, tapi juga guyub dan masyarakatnya bergotong royong. Apalagi, lingkungan seperti ini dikerjakan secara swadaya,” kata Eri di hadapan warga RT 09 RW 02 Simorejo, didampingi Camat Sukomanunggal, Lakoli.

Pria yang juga menjabat Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya ini berharap, hidroponik yang dikembangkan warga semakin pesat. Sehingga, ketika dipanen bisa dijual ke rumah makan maupun hotel. Menurutnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya siap memfasilitasi untuk memasarkan produk hidroponik tersebut.

“Kalau jumlah panennya besar, saya bisa koneksikan ke rumah makan, jika butuh selada merah, sawi bisa ambil di sini. Jika hidroponik bisa langsung dijual, kampung akan tambah guyub,” ujarnya.

Eri mengakui, di Kampung Simorejo bercocok tanam dengan cara hidroponik belum berlangsung lama, sejak Agustus 2018. Namun, ia yakin, dalam beberapa bulan ke depan pengembangannya semakin baik.

“Ini masih baru, bayangkan kalau 2-3 bulan lagi tambah dasyat, bisa ditularkan ke RT, RW, kampung, bahkan kecamatan lainnya,” tuturnya.

Tak sekadar sebagai kampung penghasil tanaman hidroponik, Eri berharap, dengan bertambah banyaknya warga yang bercocok tanam dengan hidroponik bisa menjadikannya sebagai Kampung Wisata Hidroponik.

Salah satu tokoh penggerak bercocok tanam ala hidroponik, yang sekaligus Ketua RW 09, Ashari menyampaikan, bahwa pengembangan tanaman hidroponik dilakukan karena keterbatasan lahan. Ia mengungkapkan, jika hasil panen hidroponik selama ini, selain dikonsumsi sendiri oleh masing-masing warga, juga dijual ke para pedagang kaki lima.

“Biasanya juga kami jual ke mereka yang jualan mie. Ke depan kami berencana bekerja sama dengan badan usaha pemerintah untuk memasarkannya,” kata Ashari.

Ke depan, ia mengharapkan setiap rumah warga yang ada di kawasan Simorejo wajib menanam hidroponik. Ia mengaku senang, selama ini warga antusias dan gotong royong bercocok tanam dengan cara hidroponik, mulai dari pembibitan hingga panen. (ian/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Selasa, 01 Desember 2020 16:52 WIB
PROBOLINGGO, BANGSAONLINE.com – Meletusnya Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, tidak mengakibatkan kenaikan material vulkanik di Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo.Namun demikian, status Gunung Bromo tetap level II atau waspada. Sehingga pengunju...
Sabtu, 28 November 2020 22:34 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Nahdlatul Ulama (NU) punya khasanah (bahasa) baru: Neo Khawarij NU. Istilah seram ini diintroduksi KH Imam Jazuli, LC, MA, untuk mestigmatisasi kelompok kritis NU: Komite Khittah Nahdlatul Ulama (KKNU). Khawarij ...
Rabu, 02 Desember 2020 21:44 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*39. walawlaa idz dakhalta jannataka qulta maa syaa-a allaahu laa quwwata illaa biallaahi in tarani anaa aqalla minka maalan wawaladaanDan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan ”Masya Allah, ...
Kamis, 03 Desember 2020 15:46 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wono...