Kamis, 15 April 2021 01:01

Lawang Seketeng Jadi Destinasi Wisata Heritage, Pemkot Siapkan Guide Pemuda Setempat

Jumat, 25 Oktober 2019 21:22 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Yudi Arianto
Lawang Seketeng Jadi Destinasi Wisata Heritage, Pemkot Siapkan Guide Pemuda Setempat
Di kawasan ini terdapat sumur tua dan musala kuno yang menyimpan banyak benda sejarah.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berencana menjadikan Kampung Lawang Seketeng yang berada di Kelurahan Peneleh, Kecamatan Genteng Surabaya, sebagai salah satu destinasi wisata heritage. Karena itu, pemkot saat ini sedang menyiapkan grand design untuk penataan di kawasan kampung lawas tersebut.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya, Eri Cahyadi memastikan pihaknya segera menyiapkan kebutuhan untuk penataan di kampung itu. Menurutnya, banyak sekali bukti-bukti otentik sejarah yang ditemukan di kawasan tersebut. Nantinya bukti-bukti sejarah itu bakal dikoneksikan satu sama lain.

"Sehingga nanti salah satu wisata yang ada di Lawang Seketeng ini bisa satu paket, termasuk bahwa di sini ada dua makam, yang sebelahnya masjid ada makam syekh, yang kedua makam Mbah Pitono," kata Eri, Jum’at (25/10/2019).

Menurutnya, banyak masyarakat yang tidak mengetahui asal-usul makam Mbah Pitono yang berada di tengah perkampungan itu. Diduga, Mbah Pitono dahulu merupakan salah satu guru ngajinya Presiden Soekarno dan Bung Tomo (Pahlawan Kemerdekaan). Karena itu, pihaknya ingin supaya asal-usul sejarah itu nantinya bisa diketahui masyarakat.

BACA JUGA : 

Pemkot Surabaya Keluarkan Panduan Pelaksanaan Ibadah Selama Ramadan dan Idulfitri

4.696 Botol Miras Hasil Operasi Pekat Semeru 2021 Dimusnahkan Polrestabes Surabaya

Pastikan Harga Stabil Saat Ramadan-Lebaran, Pemkot Surabaya Gelar Operasi Pasar di 31 Kecamatan

Pantau Penerapan JKS, Wawali Surabaya Kunjungi RS Swasta

Menurutnya, banyak masyarakat yang tidak mengetahui asal-usul makam Mbah Pitono yang berada di tengah perkampungan itu. Diduga, Mbah Pitono dahulu merupakan salah satu guru ngajinya Presiden Soekarno dan Bung Tomo (Pahlawan Kemerdekaan). Karena itu, pihaknya ingin supaya asal-usul sejarah itu nantinya bisa diketahui masyarakat.

"Sehingga nanti sejarah itu akan teringat betul bahwa di sini ada punden (Makam Mbah Pitono) itu sejarahnya seperti apa, ceritanya seperti apa," ujarnya.

Selain itu, Eri menyebut, di kawasan ini juga terdapat sumur tua dan musala kuno yang menyimpan banyak benda sejarah. Seperti tombak, Al-Qur'an bertuliskan tangan, ilmu falaq, hingga waktu salat zaman dahulu. Bahkan, di kampung ini juga terdapat rumah tinggal Presiden Soekarno serta meja bundar yang diduga pernah digunakan Bung Tomo.

"Di sini juga kita ketahui ada langgar (musala), juga ada rumah Bung Karno, ada mejanya Bung Tomo juga yang ada di sini, itu akan kita gandengkan, bahwa kampung ini pernah ditinggali Bung Karno dan Bung Tomo," paparnya.

Menariknya, bangunan rumah-rumah lawas di Kampung Lawang Seketeng ini juga masih terawat hingga sekarang. Untuk itu, pemkot juga bakal mengoneksikan kesan vintage rumah-rumah kuno itu dengan obyek-obyek sejarah. Namun, penataan yang dilakukan tidak menghilangkan estetika dari kampung lawas itu sendiri.

"Sehingga, nanti orang bisa lihat ini pariwisata kota sejarah, kampung lawas, peradaban yang tua, itu yang akan kita munculkan di sana," jelasnya.

Di samping mengoneksikan obyek-obyek peninggalan sejarah, Pemkot Surabaya juga bakal melakukan penataan kembali dinding-dinding di kawasan itu dengan sentuhan mural. Nantinya, desain mural juga bakal disesuaikan dengan kondisi di sekitar.

“Kalau di depannya langgar (musala), maka bentuk muralnya itu bentuknya islami. Apa yang ada di dekatnya maka akan dibuat menjadi tematik," katanya.

Tak hanya itu, untuk mendukung Kampung Lawang Seketeng sebagai destinasi wisata heritage, Pemkot Surabaya juga bakal menyiapkan Guide (pemandu) yang berasal dari anak-anak di sekitar. Nantinya anak-anak bakal dilatih untuk menjadi pemandu wisata.

“Insya Allah kita sudah kerja sama dengan teman-teman, nanti ini guide-nya itu juga dari sini. Nanti kita juga akan panggil pelatih yang dulu ngelatih Cak dan Ning kita. Sehingga adik-adik yang ada di sini nanti bisa jadi tour gaetnya,” jelas Eri.

Eri menambahkan, rencananya Kampung Wisata Heritage di Kelurahan Peneleh ini bakal diresmikan bertepatan pada Hari Pahlawan 10 November 2019. Dengan demikian, momen itu juga menandai bahwa Kampung Lawang Seketeng ini juga menjadi salah satu saksi bisu sejarah perjuangan Kota Surabaya.

“Insya Allah (peresmian) tanggal 10 November, jadi Hari Pahlawan itu sebagai penanda Kampung Lawang Seketeng, karena kampungnya Pahlawan, ada Bung Tomo dan Bung Karno, sehingga diharapkan warga juga menjaga seperti semangatnya (pahlawan),” pungkasnya. (ian/rev)

Kecelakaan di Jemursari Surabaya, Mobil Kijang Innova Terguling Masuk Sungai
Rabu, 14 April 2021 22:12 WIB
SURABAYA, BANGASONLINE.COM - Kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Jemursari, Surabaya. Sebuah mobil Toyota Kijang Innova nopol N 371 VA terjun ke sungai Jemursari hingga terguling.Peristiwa ini terjadi Rabu (14/4) petang sekira pukul 18.15 WIB, t...
Minggu, 11 April 2021 18:27 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan mulai Sabtu (10/4) kemarin melakukan uji coba pembukaan tempat wisata andalan Kabupaten Kediri. Di antaranya Wisata Besuki Irenggolo yang te...
Rabu, 14 April 2021 05:44 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Ini fenomena menarik. Ternyata dimatikannya Vaksin Nusantara justru memantik kepercayaan para tokoh nasional, dokter, dan para anggota DPR RI. Mereka ramai-ramai antre untuk Vaksin Nusantara. Benarkah mereka leb...
Senin, 22 Februari 2021 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*58. Warabbuka alghafuuru dzuu alrrahmati law yu-aakhidzuhum bimaa kasabuu la’ajjala lahumu al’adzaaba bal lahum maw’idun lan yajiduu min duunihi maw-ilaanDan Tuhanmu Maha Pengampun, memiliki kasih sayang. ...
Jumat, 09 April 2021 09:59 WIB
Memasuki Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA)...