DIPA dan Dana Transfer Kabupaten Mojokerto Rp 469 Miliar Lebih

DIPA dan Dana Transfer Kabupaten Mojokerto Rp 469 Miliar Lebih Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama Wabup Pungkasiadi dalam suatu kegiatan.

“Tidak ada lagi 363 desa yang tertinggal di JawaTimur. No one left behind. Tidak ada lagi ketimpangan antara kota dan desa,” tandas Khofifah.

Deddy Sopandi Kakanwil Direktorat Jendral Perbendaharaan Jawa Timur, pada acara ini mengatakan bahwa DIPA dan APBN punya peran penting mewujudkan pembangunan Indonesia tahun 2045.

Ia juga menjabarkan bahwa Provinsi Jawa Timur, ada di urutan ke tiga setelah DKI Jakarta dan Jawa Barat terkait hal di atas.

“DIPA dan TKDD Jawa Timur tahun 2020 Provinsi Jawa Timur mencapai Rp 79,3 triliun. Ini artinya Jawa Timur punya peran penting dalam pembangunan Indonesia,” kata Deddy.

Secara lengkap, Gubernur Khofifah menyerahkan DIPA pada 38 Bupati/Wali Kota se-Jawa Timur, 17 Satuan Kerja, dan 12 Penerima Penghargaan. Di antaranya Penerima Pengolah Anggaran DIPA, Kapolda Jatim, Kajati Jatim, Gubernur AAL, Pangdam V Brawijaya, Kakanwil, KPPNJKI, Kanwil BPR, Perwakilan Unair, Perwakilan Kanwil Hukum dan HAM Jawa Timur, Kepala Dinas Kependidikan Provinsi Jawa Timur.

DIPA sendiri diberikan guna menjalankan program prioritas pembangunan nasional 2019-2024. DIPA dimaksudkan untuk mewujudkan Indonesia maju, sebagai langkah menuju 10 besar negara maju tahun 2045.

Rakor dihadiri kurang lebih 3.100 undangan se-Jawa Timur. Meliputi Kepala Daerah Bupati/Wali Kota, Pimpinan BUMN Jawa Timur, Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, KPPN se-Jawa Timur, 38 Kepala Daerah Kab/Kota 38 se-Jawa Timur, 38 lurah se-JawaTimur, 477 camat se-JawaTimur, 60 Kepala Desa se-Jawa Timur, 483 Danramil se-JawaTimur, dan 495 Kapolsek se-JawaTimur. (yep/rev)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO