Petugas BPBD Jombang menyiapkan perahu karet di lokasi banjir. foto: AAN AMRULLOH/ BANGSAONLINE
JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Dua desa di Kabupaten Jombang terendam banjir sejak tiga hari lalu, yakni mulai Minggu 2 Februari 2020. Desa yang terendam banjir yaitu tepatnya di Dusun Beluk, Desa Jombok, serta Dusun Kendondong, Desa Blimbing, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang.
Dari data yang didapat melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jombang, ada sebanyak 445 Kepala Keluarga (KK) terdampak banjir di dua dusun, dengan rincian 285 KK di Dusun Beluk, dan 160 Kepala Keluarga di Dusun Kendondong. Dengan ketinggian air bervariasi mulai dari 15-50 centimeter menggenangi hampir merata di dua dusun tersebut.
BACA JUGA:
- Banjir Rendam 525 Hektare Sawah dan Ratusan Rumah, DPUPR Jombang Bersihkan Sumbatan di Sungai
- Pemkab Jombang Data Keadaan Tanggul Pascabanjir
- Kapolres Jombang Beri Bantuan Bahan Makanan dan Sapa Warga Terdampak Banjir
- Hujan Deras Akibatkan Banjir 13 Titik, Pemkab Jombang akan Lakukan Normalisasi Sungai
Petugas BPBD Kabupaten Jombang, Pepi mengatakan banjir yang terjadi di dua dusun tersebut merupakan akibat luapan dari sungai Ngotok Ring Kanal yang tidak mampu menampung debit air, akibat tingginya curah hujan di wilayah hulu sungai.
“Banjir disebabkan meluapnya anak sungai Ngotok Ring Kanal, dan berdasarkan laporan yang masuk, air mulai menggenangi rumah sejak minggu dan sampai saat ini belum surut,” ucapnya saat ditemui di Dusun Beluk Desa Jombok, (Selasa 04/02/20).

Prediksi BPBD, banjir masih akan berlanjut hingga lima hari ke depan. Hal ini berdasarkan perkiraan laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), bahwa masih tingginya curah hujan di Kabupaten Jombang.






