Tikus Sawah 'Serbu' Tanaman Petani di Kabupaten Kediri

Tikus Sawah Hasil petani dalam menangkap dan membunuh tikus. foto: MUJI HARJITA/ BANGSAONLINE

Dikatakan oleh Yeni, memang sulit membasmi hingga tuntas hama tikus ini. Tapi setidaknya ada beberapa cara bagaimana mengendalikan hama tikus sawah agar tidak semakin berkembang. Salah satunya adalah dengan cara tanam dan panen serempak.

Dalam satu hamparan, lanjut Yeni, diusahakan selisih waktu tanam dan panen tidak lebih dari 2 minggu. Hal tersebut untuk membatasi tersedianya pakan padi generatif, sehingga tidak terjadi perkembangbiakan tikus yang terus menerus.

"Kali ini kami bersama warga desa Nambaan, Ngasem, melakukan pengendalian hama tikus dengan penjebakan mengunakan alat yang banyak dijual di toko-toko pertanian. Setelah terjebak, tikus lalu dimasukkan ke air dan tikus akhirnya mati. Sebenarnya kasihan juga, tapi itu harus dilakukan agar tanaman petani tidak rusak," pungkas Yeni.

Kholik, salah satu petani Desa Nambaan, menjelaskan bahwa dia punya sawah seluas 250 ru yang ditanami padi. Bila tidak ada serangan hama tikus, lanjut Kholik, biasanya bisa mendapatkan 100 glansing.

"Setelah diserbu tikus, sawah kami hanya menghasilkan 50 glansing padi," kata Kholik. (uji/rev)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO