Gubernur Khofifah menunggangi kuda di Pasir Berbisik Bromo, kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Sabtu (15/2). foto: ist.
PROBOLINGGO, BANGSAONLINE.com - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengajak dialog para tokoh adat masyarakat Tengger, komunitas penyedia jip, komunitas penyedia kuda, hingga sahabat gunung Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) di kawasan Pasir Berbisik Bromo, Sabtu (15/2).
Dengan menunggangi kuda lantaran bertepatan dengan Wulan Kepitu, di mana kendaraan bermotor dilarang masuk kawasan wisata Bromo, Khofifah mengajak mereka berdialog guna menyerap aspirasi dalam rangka rencana pengembangan kawasan BTS sesuai dengan terbitnya Perpres No 80 Tahun 2019.
BACA JUGA:
- Aksi Pencurian di Pasuruan Gagal, Pelaku Tinggalkan Motor Curiannya
- Polres Probolinggo Pantau Wisata Gunung Bromo, Pastikan Wisatawan Aman dan Nyaman
- Cegah Wisatawan Ilegal, TNBTS Perketat Pengawasan di Gunung Bromo
- TNBTS Masuk Taman Nasional Tercantik ke-3 Dunia, Gubernur Khofifah Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian
"Wulan Kepitu ini suasana yang harmoni sekali, sekaligus menjadi pengingat bersama, bahwa alam harus diberi ruang untuk recovery. Karena motor dan asap tidak boleh masuk ke area Pasir Berbisik Bromo, kita bisa menikmati kabut dan udara asli Bromo," kata Khofifah.

Sebagaimana tertuang dalam Perpres No 80 Tahun 2019 tentang percepatan pembangunan Jawa Timur, kawasan Bromo Tengger Semeru menjadi salah satu kawasan prioritas pembangunan wisata di Jawa Timur. Wisata BTS digadang untuk menjadi wisata Bali Baru di Indonesia.
Lebih lanjut, dikatakan Mantan Menteri Sosial ini, dialog dengan pemuka suku Tengger dan masyarakatnya ini sudah digelar sejak semalam. Khofifah bersama Pemprov lJatim ingin agar dalam rencana pembangunan kawasan BTS, masyarakat juga dilibatkan dalam memberikan rekomendasi strategis.
"Untuk mendapatkan apa yang terbaik bagi masyarakat Tengger, supaya budayanya terjaga, alamnya terlindungi, dan masyarakat adat menjadi pemilik seputaran Bromo, tentu kita harus mendengar bagaimana masyarakat wilayah Tengger melihat pembangunan BTS ke depan, rekomendasi mereka ini menjadi masukan yang sangat strategis," kata Khofifah.

Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




