RESMI: Pelantikan pengurus KAHMI Kabupaten Sidoarjo periode 2020-2025, di Pendopo Delta Wibawa, Senin (17/2) malam. foto: MUSTAIN/ BANGSAONLINE
Kepada pengurus KAHMI Kabupaten Sidoarjo, Fauzi berpesan jika tugas utama presidium adalah menghidupkan HMI. "Ini harga mati yang tidak boleh ditawar-tawar lagi. Jadi menghidupkan HMI, mengkader HMI itu tugas utama," tandas Fauzi Hasyim.
Wabup Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin berharap KAHMI bisa menyumbangkan pemikiran dan lainnya untuk Kabupaten Sidoarjo. Sebab sebagai organisasi kader, kata Nur Ahmad, KAHMI memiliki potensi yang lebih dari masyarakat biasa. "Kami berharap bisa bersinergi dan berkolaborasi," tandasnya.
Pelantikan pengurus MD KAHMI Kabupaten Sidoarjo ini tergolong istimewa. Selain dihadiri sejumlah pengurus parpol, hadir beberapa anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sidoarjo.
Di antaranya Dandim 0816 Sidoarjo Letkol Inf Mohamad Iswan Nusi, Kepala Kejaksaan Negeri Sidoarjo Setiawan Budi Cahyono, Wakapolresta AKBP M Anggi Naulifar Siregar dan Ketua Pengadilan Negeri (PN), Dr Yapi, S.H., M.H.
Selain itu, pelantikan juga dihadiri Kepala Utusan Khusus Presiden RI untuk Dialog dan Kerja Sama Antar Agama dan Peradaban (UKP-DKAAP), Prof. Dr. Syafiq A Mughni, M.A.
Di acara pelantikan ini, Prof. Dr. Syafiq menyatakan dirinya merasakan bahwa HMI sebuah organisasi kader. Karena organisasi kader, maka orientasinya adalah kualitas, bukan kuantitas.
Prof. Dr. Syafiq juga menegaskan, untuk melihat kebesaran HMI atau KAHMI, tidak dilihat dari kebesaran organisasinya. "Tidak bisa dilihat dari kuantitas KAHMI atau HMI-nya, tetapi harus juga dilihat dari peran-peran individual kader HMI," pungkasnya. (sta/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




