Montreal , BANGSAONLINE.com – Drama kecelakaan dengan melibatkan sekitar 200 mobil terjadi di kawasan pantai selatan Montreal di La Prairie, Quebec, pada pukul 12.30 siang hari Rabu (19/2/2020) waktu setempat.
Kecelakaan ini dipicu tebalnya salju, sehingga menyebabkan 200 kendaraan bertumpuk-tumpuk tak karuan, dan menyebabkan 70 orang terluka.
Baca Juga: Nahas! Dua Pengendara Motor di Sidoarjo Tewas Usai Tertabrak Truk
"Dua orang masih terjebak dalam mobil hingga beberapa jam setelah kecelakaan, karena di tumpukan mobil yang sulit dievakuasi," kata Sersan Marie-Michelle Moore dengan Sûreté du Québec, kepolisian provinsi dan otoritas patroli jalan raya.
Menurut laporan berita, hampir 70 orang terluka, bahkan beberapa dari mereka kritis. Rekaman kecelakaan menunjukkan bahwa kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan itu termasuk minibus sekolah, truk tangki dengan tanda bahan yang mudah terbakar, dan lainnya. Tidak ada siswa yang terlibat dalam kecelakaan itu, kata para pejabat.
"Cukup banyak semuanya dengan empat roda terlibat," kata Moore. Untungnya, tidak ada kebakaran.
Baca Juga: Diduga Karena Ban Meletus, Truk Pengangkut Telur Terguling di Tol Sidoarjo-Waru
Beberapa kendaraan ditumpuk di atas satu sama lain, dan yang lain telah hancur tak bisa dikenali. "Sekitar 75 kendaraan sedang dalam proses ditarik keluar," kata Moore. 50 lainnya, mungkin tidak rusak atau rusak ringan, ditinggalkan begitu saja oleh pemiliknya.
Menteri Transportasi Quebec, François Bonnardel, mengatakan pada konferensi pers bahwa kecelakaan beruntun disebabkan oleh kondisi padamnya jalan raya 15, yang dua kali terkena salju dalam satu jam sebelum kecelakaan. "Orang-orang mengemudi, ada angin kencang ... dan, tiba-tiba, kamu tidak bisa melihat apa-apa," kata Bonnardel sedih.
Jalan itu kemungkinan akan tetap ditutup sampai Kamis.
Baca Juga: Diduga Jadi Korban Kecelakaan, Wanita di Jalan Undaan Wetan Surabaya Ternyata Korban Jambret
Baca Juga: Diduga Terpeleset, Seorang Lansia di Manyar Surabaya Ditemukan Meninggal Dunia Bersimbah Darah
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News