Anggota TNI-Polri dan pemdes saat mengevakuasi tanah longsor dan bongkahan batu.
PONOROGO, BANGSAONLINE.com - Hujan deras disertai angin yang mengguyur Ponorogo tepatnya di wilayah Ngrayun, menyisakan beberapa ruas jalan yang tidak bisa dilewati akibat tanah longsor dan bongkahan batu.
Pemerintah Desa Selur, bekerja sama dengan BPBD daerah Ponorogo dan Tagana dengan dibantu anggota Koramil dan Polsek Ngrayun membantu pelaksanaan evakuasi dengan menggunakan alat berat, Jumat (28/2).
BACA JUGA:
- Petasan dari Balon Udara Meledak di SMAN 1 Badegan Ponorogo, Dua Ruang Kelas Rusak
- Pria Paruh Baya Ditemukan Meninggal di Kamar Mandi Masjid Badegan Ponorogo
- Terekam CCTV Motor Pelajar Tabrak Truk Pengangkut Sapi Kurban di Ponorogo
- Mancing Lalu Mandi di Sungai, Bocah 10 Tahun di Ponorogo Tewas Tenggelam
Kapolsek Ngrayun AKP Suroso, S.H. yang ikut serta turun ke lapangan mengatakan, akibat turun hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan akses jalan tidak dapat dilewati.
"Setelah kejadian, kami koordinasi dengan Pemdes Selur untuk mendatangkan alat berat untuk mempercepat evakuasi," katanya.
Dengan dibantu anggota koramil, polsek, dan tagana, evakuasi dilakukan pagi tadi. Beberapa bongkahan batu dipecah dengan tenaga manual, kemudian dievakuasi dengan alat berat.
Kapolsek juga mengimbau kepada warga untuk tetap waspada dan hati-hati apabila melewati jalan yang rawan adanya tanah longsor.
Sementara itu, Kades Selur Suprapto mengaprsiasi TNI, Polri, pemkab, dan masyarakat yang telah bergotong royong mengevakuasi tanah longsor dan bongkahan batu agar bisa dilewati kembali.
"Karena jalan tersebut merupakan akses bagi masyarakat seluruh untuk beraktivitas," pungkasnya. (nov/ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




