Kamis, 06 Agustus 2020 14:30

Berendam di Pemandian Air Hangat Singgahan, Cocok untuk Hilangkan Pegal-pegal

Jumat, 28 Februari 2020 21:43 WIB
Editor: Maulana
Wartawan: Suwandi
Berendam di Pemandian Air Hangat Singgahan, Cocok untuk Hilangkan Pegal-pegal
Wisata pemandian air hangat di Desa Kedungjambe, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban dipercaya bisa menghilangkan pegal-pegal.

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Wisata pemandian air hangat atau dikenal "Nganget" yang berada di Desa Kedungjambe, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban ternyata cocok untuk aktivitas berendam. Air hangat yang bersumber di tengah-tengah aliran sungai ini dipercayai bisa menghilangkan pegal-pegal.

Seperti yang disampaikan Suparni (45) warga asal Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Saat ditemui di lokasi, pada Jum'at (28/2) mengatakan, hampir setiap 2 minggu sekali ia bersama keluarga rutin berkunjung di wisata pemandian Nganget. Menurutnya, wisata ini cocok untuk kalangan mulai anak-anak hingga dewasa dan para lansia. Bagi para pengunjung pun tak perlu khawatir, karena lokasinya pemandian ini mengalir dan tempat untuk berendam dibagi menjadi beberapa titik.

"Kami sudah sering ke sini, dan memang oleh pengelolanya disendirikan tempatnya. Untuk yang sakit gatal-gatal ada di dalam kotak pemandian. Sedangkan, untuk yang eks kusta dibuatkan tempat sendiri. Jadi pengunjung pun juga nyaman," ujar Suparni.

Sementara itu, Kasi Rehabilitasi UPT Rehabilitasi Sosial Bina Lara Kronis Tuban Dinas Sosial Jawa Timur, Umar Faruq menjelaskan, wisata nganget ini di bawah pengelolaan Dinas Sosial Jawa Timur. Bagi setiap pengunjung dikenai tarif Rp 3.000,- per orang, untuk parkir satu motor Rp 2.000,- , mobil pribadi Rp 5.000,- dan kendaraan micro bus Rp 10.000,-.

"Di lokasi wisata ini ada 3 sumber air hangat. Satu sumber untuk masyarakat umum, satu sumber untuk orang sakit kulit atau yang lainnya. Sedangkan, sumber satunya dikhususkan bagi orang penderita eks kusta," ujar Umar begitu sapaan akrabnya.

Ia menambahkan, pengunjung wisata Nganget ini tak hanya berasal dari Tuban. Melainkan dari Juwono, Blora, Pati, Rembang, dan Kudus Jawa Tengah. Kemudian, Madiun, Ngawi, Lamongan, dan Bojonegoro. Sedangkan, jumlah pengunjung yang paling ramai pada saat Sabtu dan Minggu mencapai 300 orang.

"Kami akui wisata di sini memang tak banyak wahana hiburan lainnya. Ya yang kami tonjolkan hanya air hangat dan air panas ini," paparnya.

Meski tak ada wahana liburan lain, namun pengelola tetap menyediakan toilet, kamar mandi, mushola, warung, dan tempat santai. Pengelola pun berharap lokasi wisata ini terus dikunjungi orang. Harapannya, para pengunjung akan terbiasa pada penderita kusta. Sebab, di lokasi wisata nganget ini dekat dengan perkampungan penderita eks kusta.

"Kami memang ingin mengubah stigma masyarakat, bahwa penderita eks kusta tak perlu dijauhi," terang Umar.

Umar juga mengimbau wisatawan yang ingin mandi atau berendam menaati aturan yang berlaku. Bagi para pengunjung tidak boleh mandi menggunakan shampo, sabun, sikat gigi, berpakaian kurang pantas, dan membuang sampah sembarangan. Kemudian, bagi setiap pengunjung sebelum berendam dianjurkan untuk memakan terdahulu. Setelah itu, baru mencebur dan sekitar 10 menit harus naik, kemudian dilanjut berendam.

"Kalau yang gak kuat panasnya air maka orang itu bisa pingsan dan malah kram," pesannya. (wan/lan)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 24 Juli 2020 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Kreatif. Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan apa yang sudah dilakukan oleh Pemkot Surabaya dalam usahanya mempercantik kawasan Ekowisata Mangrove Medokan Sawah. Betapa tidak, dari sejumlah barang-barang bekas, sepe...
Kamis, 30 Juli 2020 21:34 WIB
Oleh: KH. Agoes Ali Masyhuri*Kebijakan Mendikbud Nadiem Makarim yang menyerahkan dana hibah puluhan miliar rupiah kepada Tanoto dan Sampoerna Foundation membuat dua ormas besar Islam Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah kecewa dan mundur dari organi...
Minggu, 02 Agustus 2020 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 03 Agustus 2020 11:04 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan ala...