Andri Kurniawan, Asisten Apotek K-24.
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Stok masker konvensional di apotek-apotek Kabupaten Pamekasan mulai kosong. Kalaupun ada, harganya bisa melambung tinggi.
Sejak adanya informasi penyebaran virus corona dari Wuhan, China, dan adanya 2 warga Indonesia yang positif terjangkit Corona, kebutuhan masker semakin meningkat, termasuk di Kabupaten Pamekasan.
BACA JUGA:
- Dihadiri Mendikdasmen, Puluhan Siswa Pingsan Saat Senam Anak Indonesia Sehat di Pamekasan
- Dugaan Penipuan Umrah di Pamekasan Memanas, Korban Kini Digugat Balik Agensi
- Bupati Pamekasan Tiga Kali Tinjau SGMRP Demi Sukseskan Puncak Hardiknas Jatim 2026
- Jelang Iduladha, PLN ULP Pamekasan Perkuat Jaringan demi Cegah Gangguan Listrik
Bahkan, stok di beberapa apotek dan toko kesehatan pun sulit ditemukan. Kebutuhan masker yang tinggi membuat harga masker melambung tinggi.
Hal itu juga diungkapkan Yeni, warga Desa Blumbungan. Hanya saja ia mengaku membeli masker karena memang sudah terbiasa menggunakan penutup hidung dan mulut itu. Bukan karena merebaknya virus corona.
"Saat ini saya mencari masker di beberapa apotek dan toko kesehatan, sudah habis. Kalaupun ada harganya melejit," tutur wanita cantik tersebut, Rabu (04/03/20).
Menurut Andri Kurniawan, Asisten Apotek K-24 Pamekasan, sulitnya masker konvensional saat ini akibat permintaan yang tinggi.
Namun, sejak masker konvensional di Pamekasan sulit, penjualan PLUG Nasal Filter, cukup mengalami peningkatan.
"Jadi, silakan masker konvensional saat ini bisa digantikan dengan membeli masker PLUG Nasal Filter. Masyarakat tidak usah panik dengan adanya informasi virus corona yang sudah masuk ke Indonesia. Tetap waspada dan selalu berlaku hidup bersih," imbaunya. (yen)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




