Kantor Diskop UMKM Pamekasan
PAMEKASAN,BANGSAONLINE.com - Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Pamekasan menunjukkan perkembangan signifikan.
Dari total 189 KDKMP yang telah terbentuk, sebagian besar sudah memasuki tahap pembangunan gerai.
BACA JUGA:
- Tingkatkan Kapasitas Relawan, FRPB Pamekasan Ikuti Pelatihan Dukungan Psikologis Awal
- Bani Insan Peduli Kucurkan Rp2 M untuk Program Kemandirian Warga Binaan Lapas Pamekasan
- Geser Surabaya, Pamekasan Jadi Terbaik di Jatim dalam Perencanaan Tenaga Kesehatan
- Mahfud MD dalam Haul Kiai Agung Rabah Pamekasan: Semoga Berkontribusi terhadap Kemajuan Indonesia
Meski begitu, dari total 189 KDKMP yang telah terbentuk, sebanyak 13 koperasi hingga kini belum dapat memulai pembangunan karena terkendala ketersediaan lahan, Jumat (6/2/2026).
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Diskop UKM) Pamekasan Achmad Sjaifudin menyebutkan, hambatan yang dihadapi belasan KDKMP tersebut beragam, mulai dari persoalan perizinan hingga keterbatasan aset desa.
“Prosesnya sekarang masih seputar perizinan dan administrasi. Ada desa yang memang tidak memiliki tanah kas desa, ada juga lokasi yang dinilai kurang strategis untuk pembangunan gerai,” ujar Achmad.
Meski masih menghadapi kendala di sejumlah titik, Achmad menegaskan pelaksanaan program KDKMP di Pamekasan secara umum berjalan progresif. Hingga saat ini, dua gerai KDKMP telah rampung sepenuhnya.
Kedua gerai tersebut masing-masing berlokasi di Desa Samatan dan Desa Tentenan. Selain itu, satu gerai di Desa Bicorong, Kecamatan Pakong, juga hampir selesai karena progres pembangunannya telah mendekati 100 persen.
Selain itu, sekitar enam KDKMP lainnya telah mencapai progres pembangunan di atas 70 persen, sedangkan sisanya masih dalam tahap pengerjaan dengan capaian berkisar antara 30 hingga 70 persen.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




