Petugas gabungan saat membawa kantong jenazah Andres.
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Tiga santri Pondok Nurul Ulum, Kediri terseret derasnya air sungai. Dua orang berhasil selamat, sedangkan satunya ditemukan tewas. Lokasi terseretnya ketiga santri tersebut di Dusun Grompol, Desa Ngebrak, Kecamatan, Gampengrejo, Kabupaten Kediri.
Informasi yang diperoleh BANGSAONLINE.com menyebutkan, awalnya ketiga santri tersebut hendak menyeberang dari arah Selatan sungai menuju Utara sungai. Mereka menuju ke arah pondok di wilayah Kecamatan Gampengrejo, Jumat (6/3) pukul 15.15 WIB.
BACA JUGA:
- DPC PDIP Kabupaten Kediri Salurkan Sembako untuk Korban Puting Beliung di Besowo
- Peduli Korban Tanah Longsor dan Banjir di Mojo, PDIP Kabupaten Kediri Salurkan Bantuan Sembako
- Tertimbun Longsor, Warga Desa Petungroto Dapat Bantuan dari Kejari Kabupaten Kediri
- Hari Ke-4, Korban Terseret Banjir Bandang di Desa Blimbing Kediri Belum Ditemukan
Komandan URC PB BPBD Kabupaten Kediri, Windoko S menjelaskan, pada waktu ketiga santri itu menyeberang, kondisi air sungai Turi Tunggorono sedang besar alirannya, sehingga mereka terseret. Dua orang selamat dan yang satu tenggelam dan tewas.
"Mereka yang selamat adalah Mohamad Mahbub Mashudi (15) dari Lampung Tengah Sumatra dan Mohamad Toni Maryono (16) dari Jakarta Timur. Sedangkan yang meninggal adalah Andres (19) dari Lampung Tengah Sumatra,"kata Windoko, Sabtu (7/3).
Menurut Windoko, petugas gabungan berhasil menemukan korban meninggal setelah menyusur sungai hingga tengah malam.
"Selanjutnya jenazah dibawa ke rumah sakit guna kepentingan autopsi," ujar Windoko. (jit/ns).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




