Bupati Gresik Sambari HR saat memberikan pengarahan soal virus Corona. foto: SYUHUD/ BANGSAONLINE
Bupati mengungkapkan, Virus Corona (Covid-19) telah menggelegar di dunia. Untuk itu, ia berpesan agar masyarakat Gresik tak takut berlebihan. Melainkan selalu hati-hati dan waspada. "Insya Allah penyakit yang datang kita doakan meminta kepada Allah SWT segera diberikan obat yang cocok," ajaknya.
Pada kesempatan ini, Bupati memberikan tips pencegahan Corona paling sederhana, yakni dengan menjaga agar kesehatan tetap prima lewat perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) Gerakan Masyarakat hidup sehat (Germas).
"Lakukan aktivitas gerakan olahraga, setengah jam dengan jalan atau olahraga lain setiap hari," pungkasnya.
Sementara dr. Herlin Ferliana, M.Kes., di awal pemaparan materinya mengapresiasi tindakan cepat Bupati Sambari Halim Radianto dalam pencegahan Virus Corona (Covid-19). "Sambutan Pak Bupati luar biasa. Hafal soal kesehatan. Saya mengapresiasinya. Itu sebagai bentuk membentengi warga agar tak kena Virus Corona," katanya.
Menurut dia, hingga saat ini di Jawa Timur belum ada konfirmasi masyarakat positif kena Virus Corona. "Untuk mencegah agar Corona tak menyerang masyarakat di Jatim, kuncinya kabupaten/kota jaga kesehatan, jaga tubuh tetap fit. Dengan demikian, Jatim aman dari Covid. Mari jaga kesehatan," ajaknya.
Namun begitu, dr. Herlin meminta masyarakat tetap waspada Virus Corona. Tak perlu takut.
Ia mengungkapkan kasus Virus Corona di China. Berdasarkan datanya, ada ada 8.859 kasus. Kemudian yang meninggal 3.100 meninggal. "Jadi kasus yang ada dengan yang meninggal tak signifikan. Hanya sekira 3,3 persen. Masih tinggi dampak penyakit TBC," ungkapnya.
Ia memastikan, penderita Virus Corona bisa diobati dan banyak yang sembuh. "Lagi-lagi semua tergantung manusianya. Kuncinya harus jaga tubuh, harus sehat," katanya.
dr. Herlin menambahkan, Indonesia masuk negara yang terjangkit Virus Corona. Dikatakan terjangkit karena ada orang Indonesia yang kena Virus Corona dan bisa menularkan ke orang lain. "Kasus ini seperti yang terjadi di Depok, Jawa Barat, setelah berinteraksi dengan WN Jepang yang kena Covid-19," pungkasnya. (hud/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




