GRESIK, BANGSAONLINE.com - Petrokimia Gresik, perusahaan solusi agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia meluncurkan pupuk Phonska OCA, di Gresik, Kamis (12/3). Phonska OCA merupakan gabungan pupuk majemuk NPK dengan pupuk organik dalam bentuk cair.
Direktur Utama Petrokimia Gresik, Rahmad Pribadi menjelaskan bahwa Phonska OCA merupakan terobosan terbaru, di mana kandungan unsur hara pupuk cair ini sangat lengkap. Mulai dari Nitrogen (N), Phosphate (P), Kalium (K), N-Organik (minimal 0,5%), dan C-Organik (minimal 10%).
BACA JUGA:
- Musim Tanam 2026: Petrokimia Gresik Siapkan 219 Ribu Ton Pupuk Bersubsidi
- Perkuat Regenerasi Petani dan Cetak Agripreneur, PG Beri Beasiswa 50 Siswa SMK Pertanian
- Hadapi Dinamika Global, Petrokimia Gresik Perkuat Pasokan Sulfur
- Dukung Pertumbuhan UMKM Warga Sekitar, Petrokimia Gresik Kembali Gelar Bazar Ramadhan Lontar 2026
“Pupuk ini menjadikan pekerjaan petani semakin mudah. Karena sebelumnya petani harus mengaplikasikan pupuk organik Petroganik untuk menyuburkan tanah dan menggunakan pupuk NPK untuk mendongkrak produktivitas,” ujar Rahmad.
Phonska OCA, lanjut Rahmad, diciptakan untuk tanaman pangan dan hortikultura seperti kedelai, kentang, cabai, bawang merah, sayuran, dan tanaman hortikultura lainnya.
Wujudnya yang cair menjadikan pupuk ini mudah dalam diaplikasikan dan tidak mengubah kebiasaan petani.
Pupuk ini mudah larut dalam air, tidak menimbulkan endapan, tanpa residu, dan mudah diserap tanaman. Selain itu juga tidak menimbulkan efek terbakar pada jaringan tanaman danramah lingkungan.
“Berdasarkan hasil uji coba pada tanaman hortikultura, pupuk Phonska OCA mampumeningkatkan produktivitas antara 13 persen hingga 61 persen,” jelas Rahmad.
Di Desa Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Jawa Timur, aplikasi Phonska OCA pada tanaman bawang merah mampu meningkatkan produktivitas sebesar 53,51% (dengan total panen 22,01ton/ha) dan pada tanaman kedelai mampu meningkatkan produktivitas 13,79 % (0,99 ton/ha).
Sedangkan, pada tanaman kentang di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur berhasil mendongkrak produktivitas hingga 25,37 % (16,11 ton/ha) dan pada tanaman cabai di DesaKendalpayak, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang meningkat hingga 61,83 % (8,84ton/ha).
Lebih lanjut Rahmad menjelaskan bahwa, peluncuran Phonska OCA merupakan bagian dari program Transformasi Bisnis Petrokimia Gresik (TBPG) untuk menciptakan masa depan barubagi perusahaan dan pertanian di tanah air.
Selain itu juga menjadi bagian dari upaya edukasiPetrokimia Gresik terhadap pertanian di Indonesia dalam menjaga keberlanjutan danmeningkatkan produktivitas pertanian.
"Selanjutnya kami akan mulai memperkenalkan produk ini kepada petani, membuat lahan percobaan, utamanya di sentra hortikultura di Indonesia," terangnya.
Phonska OCA menjadi wujud komitmen Petrokimia Gresik untuk mendukung programKementerian Pertanian (Kementan) dalam peningkatan kesadaran petani terhadap penggunaan dan peningkatan kualitas pupuk organik.
Selain itu, berdasarkan hasil riset Pusat Tanah dan Agroklimat Bogor (2003) yangmenyebutkan bahwa sebagian besar tanah pertanian di Indonesia mengandung kadar C-Organik di bawah 2%, sementara tanah yang sehat minimal mengandung kadar C-Organik sebesar 5%.
"Kondisi ini membuktikan jika pupuk organik bagi pertanian di Indonesia menjadi sebuah kebutuhan. Untuk itu Phonska OCA hadir sebagai solusi pertanian berkelanjutan khususnya untukkomoditas hortikultura,” tutup Rahmad. (hud/ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




