Wali Kota Risma berkantor di Posko Covid-19 di halaman Balai Kota Surabaya sejak pandemik virus Corona.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Belum banyak yang tahu alasan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini lebih memilih untuk berkantor di Posko Pencegahan Covid-19 Balai Kota, daripada di dalam ruang kerjanya.
Sejak informasi Covid-19 masuk ke Surabaya, pihaknya langsung membangun posko darurat di Halaman Balai Kota Surabaya. Selain berfungsi untuk dapur umum, rupanya posko yang dibangun ini juga dimanfaatkan untuknya bekerja dan berkoordinasi dengan jajarannya.
BACA JUGA:
- Revitalisasi Dikebut, 5 Pasar Tradisional Surabaya Ditarget Tuntas Pertengahan Mei 2026
- Bukan Cagar Budaya Asli, Pemkot Surabaya Hapus Status dan Bongkar Fasad Eks Toko Nam
- Pendaftaran Beasiswa Pemuda Tangguh Dibuka, Pemkot Surabaya Fokus Jemput Bola untuk Warga Desil 1-5
- Surabaya Kejar Penunggak Nafkah, Sistem Notifikasi Muncul Otomatis
Belakangan diketahui, upaya preventif tersebut dilakukan dalam upaya untuk mencegah penyebaran Covid-19, khususnya di lingkungan Balai Kota Surabaya.
“Kenapa waktu itu aku langsung bangun tenda di sini (Halaman Balai Kota), karena kalau pakai ruangan, lebih besar risikonya,” kata dia di Taman Surya Balai Kota Surabaya, Sabtu (11/04).
Menurutnya, di dalam ruangan ber-AC (air conditioning), risiko tertular virus tersebut akan lebih besar. Sebab, ia menilai, jika ada orang carrier Covid-19 dan kemudian masuk ruangan ber AC, bisa saja kemudian virus itu menyebar melalui alat pendingin tersebut.
“Kalau ada orang carrier (Covid-19) dia tersedot pakai AC, kemudian dia (AC) mengeluarkan, kan tidak tahu bisa kena semuanya,” jelasnya.
Karena itu, Wali Kota Risma lebih memilih bekerja maupun menggelar rapat bersama jajarannya di posko halaman Balai Kota Surabaya. Dengan melakukan aktivitas di luar ruangan itu, maka risiko tertular virus tersebut akan lebih kecil. Apalagi, di posko itu bisa langsung terkena paparan sinar matahari dan hembusan angin.
“Aku juga tidak tahu apakah virus itu bisa mati jika kena panas (matahari). Tapi, risiko di dalam ruangan itu pasti lebih besar. Jadi semua kita lakukan di sini (posko halaman balai kota),” pungkasnya. (ian/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




