Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini ikut menyiapkan telur rebus di dapur umum halaman Balai Kota Surabaya.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya meiliki empat langkah untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Empat langkah ini terdiri dari terdiri dari upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif.
Koordinator Protokol Komunikasi, Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Surabaya, M Fikser menjelaskan, upaya promotif ini dengan menyediakan laman website https://lawancovid-19.surabaya.go.id bagi masyarakat. Selain itu, melakukan penyuluhan melalui beberapa media promosi kepada masyarakat tentang COVID-19 dan perlunya kewaspadaan serta pencegahannya.
BACA JUGA:
- Revitalisasi Dikebut, 5 Pasar Tradisional Surabaya Ditarget Tuntas Pertengahan Mei 2026
- Bukan Cagar Budaya Asli, Pemkot Surabaya Hapus Status dan Bongkar Fasad Eks Toko Nam
- Pendaftaran Beasiswa Pemuda Tangguh Dibuka, Pemkot Surabaya Fokus Jemput Bola untuk Warga Desil 1-5
- Surabaya Kejar Penunggak Nafkah, Sistem Notifikasi Muncul Otomatis
“Kami juga melakukan penyebaran dan penempelan leaflet tentang COVID-19. Serta, menggalang dan meningkatkan partisipasi masyarakat dan seluruh sektor untuk membantu penanganan COVID-19,” kata Fikser di Balai Kota Surabaya, Senin (20/04).
Untuk upaya preventif, pertama dengan melakukan penyelidikan epidemiologi, pemantauan dan pendataan kepada seluruh kriteria kasus beserta kontak eratnya. Kedua, melakukan analisa terhadap peningkatan kasus, pemetaan persebaran kasus, dan kejadian transmisi lokal (pelacakan klaster).
Tak hanya itu, Fikser menyebut, upaya preventif yang telah dilakukan adalah dengan memberlakukan dan mengawasi pelaksanaan social distancing. Seperti meliburkan anak sekolah, memberlakukan bekerja dari rumah secara bergantian, dan membatasi kegiatan di tempat umum terlebih yang mengumpulkan massa.
“Dalam upaya preventif, kami juga melaksanakan rapid test pada 1.730 orang, yaitu OTG (Orang Tanpa Gejala), ODP (Orang Dalam Pemantauan), PDP (Pasien Dalam Pengawasan), petugas kesehatan, patroli bersama Polrestabes,” sebutnya.
Bahkan, kata Fikser, dalam upaya preventif ini pihaknya juga bekerja sama dengan UKM dengan membuat APD secara mandiri dan membagikannya ke masyarakat.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




