Penyerahan bantuan sembako kepada Indriana Betayanti, warga Kecamatan Kota Sidoarjo. Sebelumnya, ia melaporkan kondisi ekonominya ke posko Covid-19 Polresta Sidoarjo.
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Merebaknya Corona di kota delta, sangat memukul perekonomian warga. Hal itu dirasakan Indriana Betayanti. Sumber penghasilannya mampet. Bahkan, dia belum mendapatkan bantuan sosial (bansos) dari pemkab.
Indriana seorang janda. Dia hidup bersama adiknya, Gama Dian Kresnoadi. Setiap harinya, Indriana bekerja sebagai freelance test psikolog di sekolah. Namun, sejak virus covid-19 semakin merebak, pendapatannya menurun dratis.
BACA JUGA:
- Polresta Sidoarjo Ungkap 33 Kasus Narkotika Selama Mei 2026, Total BB Disita Hampir Rp45 Miliar
- Tinggal Sekamar Kos, Pria di Sidoarjo Setubuhi Anak Kandung Berusia 17 Tahun hingga Hamil
- Polresta Sidoarjo Salurkan 100 Hewan Kurban pada Iduladha 1447 Hijriah
- Tabrak Tossa, Bus Bagong Alami Kecelakaan Karambol di Krian Sidoarjo, 3 Orang Alami Luka
Setali tiga uang dengan Gama. Supir ojek online (ojol) itu sepi order. Satu-satunya harapan tinggal pemasukan dari warkop. "Warkop juga sepi. Pendapatan turun," paparnya.
Beban Indriana semakin berat. Pasalnya, dia juga belum mendapatkan Bantuan Tunai Langsung (BLT) dari kelurahan dan pemkab. "Saya tidak punya rekening, jadi tak bisa menerima BLT," ucapnya.

Lantaran kian terpepet, Sabtu (9/5) pagi tadi warga Kelurahan Sekardangan, Sidoarjo itu memberanikan diri. Dia melaporkan kondisinya ke Kapolresta Sidoarjo Kombespol Sumardji. Indriana lantas mendapatkan bantuan paket sembako.
Kapolsek Kota Sidoarjo, Kompol Supiyan mengatakan, dirinya mendapatkan tugas dari Kapolresta pagi tadi. Supiyan diminta segera memberikan sembako untuk Indriana. "Langsung kami tindak lanjuti," jelasnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




