Peta sebaran Covid-19 di Gresik.
Pasien meninggal ini sebelumnya dilaporkan sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP), dan menunggu hasil Swab. "Hari ini hasil swab keluar, dan dinyatakan positif," terang Ghozali, melalui keterangan tertulis yang disampaikan melalui Kabag Humas dan Protokol Reza Pahlevi kepada BANGSAONLINE.com, Jumat (22/5).
Ghozali menjelaskan, 29 pasien terkonfirmasi positif COVID-19 ini didominasi oleh Orang Tanpa Gejala (OTG) seperti hari sebelumnya. "Penambahan positif COVID-19 dua hari terakhir dalam jumlah besar ini karena masif rapid test yang dilakukan Satgas Kabupaten Gresik sekitar 3.500 orang. Hal ini kita lakukan karena untuk menyelesaikan klaster-klaster besar yang ada di Gresik," ungkapnya.
Klaster besar yang dimaksud Ghozali adalah klaster Sampoerna, klaster Surabaya, klaster Pelayaran, dan klaster Pabean. "Semoga dengan terselesaikannya klaster-klaster besar, penambahan menjadi landai," harapnya.
Pada kesempatan ini, Ghozali juga menyampaikan adanya pengurangan 1 konfirmasi positif COVID-19 dari Desa Petiken Kecamatan Driyorejo. "Pasien tersebut masuk data di Pemkot Surabaya, karena setelah kita tracing (telusuri), alamat domisilinya di Surabaya," terangnya.
Sementara untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) bertambah menjadi 204, dengan rincian 8 orang meninggal, 137 orang selesai pengawasan, dan 59 orang dalam pengawasan.
Kemudian Orang Dalam Pemantauan (ODP) bertambah menjadi 1.165, dari sebelumnya 1.163 orang. Dengan rincian, 1.006 selesai dipantau, dan 159 masih dipantau.
Untuk Orang Dalam Risiko (ODR) menjadi 1.132, dengan rincian lepas pengawasan 1.074 orang. Sedangkan Orang Tanpa Gejala (OTG) naik menjadi 235. (hud/rev)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




