Ilustrasi
KOTA BATU, BANGSAONLINE.com - Genderang pemberlakuan masa transisi darurat menuju pemulihan di Kota Batu sudah ditabuh. Namun, sebagian warga masih mempertanyakan keputusan pemerintah tersebut.
"Narasi berdamai dengan Covid-19 memang mudah digaungkan. Namun yang menjadi pertanyaan, apakah Covid-19 mau berdamai dengan kita? Itu yang perlu diuji. Keputusan transisi menuju new normal dengan membuka kembali aktivitas ekonomi harus didasari pada indikator yang terukur dengan data-data yang bisa dipercaya secara ilmiah dan transparan. Jangan sampai keputusan new normal ini nantinya menjadi sebuah bunuh diri massal," ujar Bagus Rochadi, salah seorang warga Kota Batu, Kamis (4/6).
BACA JUGA:
- Dewan Pendidikan Kota Batu Lakukan Monitoring dan Evaluasi Asesmen di Sejumlah Sekolah
- Peringati Hardiknas 2026, Pemkot Batu Genjot Beasiswa 1000 Sarjana dan Kampanye Anti-Bullying
- Siap Taati Aturan, Pengacara Mikutopia Sebut Amdal Masih dalam Proses
- Wisata Mikutopia Kota Batu Beroperasi Tanpa Izin Lengkap, Disebut Kejar Momen Libur Lebaran
Ia khawatir ini adalah upaya dari pemerintah untuk lepas dari tanggung jawab, karena sudah kehabisan akal dalam mengatasi covid-19.
Bagus tak menampik memang dampak secara langsung yang dirasakan masyarakat adalah dari segi ekonomi. Karena itulah pelonggaran perlu dilakukan, selain dampak stres pada masyarakat.
"Akan tetapi merujuk pada grafik-grafik tentang penuran angka Covid-19 yang ada, apakah sudah dilakukan riset khusus terkait penurunan kurva epidemi? Saya membaca analisis dari Lapor Covid-19 yang menyatakan jumlah orang yang diperiksa rata-rata masih di bawah 5.000 orang per hari. Data kematian yang dilaporkan pemerintah juga dinilai masih under reporting dan belum mengacu pada pedoman WHO," terangnya.
Bagus juga mengkritik terkait pelaksanaan PSBB. Menurutnya, PSBB kurang konsisten, karena saat lewat di beberapa check point, petugas kadang melakukan pemeriksaan dan kadang tidak. Dirinya menilai pemerintah daerah pun turut kebingungan dengan kebijakan pemerintah yang berubah-ubah.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




