Anggota DPRD Jatim Minta Relaksasi Kredit UMKM Terus Berjalan saat New Normal

Anggota DPRD Jatim Minta Relaksasi Kredit UMKM Terus Berjalan saat New Normal Achmad Amir Aslichin. foto: ist

Lulusan The University of Melbourne, Australia ini menambahkan, relaksasi dan restrukturisasi kredit diharapkan dapat meringankan pelaku usaha. Dengan keringanan itu, diharapkan pelaku usaha semakin inovatif menyambut new normal. Baik itu dari sisi produk maupun marketing.

Per Mei 2020, lanjutnya, tercatat sekitar 8 juta UMKM atau sekitar 13 persen dari jumlah keseluruhan, sudah bergeser dari offline ke online. Dengan kata lain, digitalisasi UMKM sebuah keharusan. Tak hanya itu, literasi finansial UMKM juga aspek penting yang perlu dibenahi.

Menurutnya, masih banyak pelaku UMKM khususnya mikro dan kecil belum memiliki catatan hasil usaha. Belum adanya laporan keuangan bisnis ini tentu akan menyulitkan UMKM. 

“Seperti dalam hal menentukan skala prioritas, antara optimalisasi pemasaran ataukah efisiensi biaya produksi,” jelasnya.

Ketua DKW Garda Bangsa Jatim ini mengungkapkan, adaptasi digital maupun penguatan literasi finansial, merupakan faktor penentu keberhasilan UMKM bertransformasi.

Setidaknya, pelaku usaha mampu menangkap peluang dari fenomena bisnis daring (e-commerce) selama masa pandemi. “Branding strategy salah satu kuncinya,” pungkas Mas Iin. (sta/ian)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO