
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Beragam cara dilakukan oleh orang tua korban penganiayaan di Desa Semampir, Kecamatan Sedati untuk mendapatkan keadilan. Selain melaporkan aksi tak terpuji itu ke polisi, mereka juga mengadu ke Komnas Perlindungan Anak. Hal itu dilakukan agar pelaku mendapatkan hukuman berat.
Senin (6/8/2020), salah satu orang tua korban, Marjati mengumpulkan bukti-bukti. Mulai dari rekaman video, foto, laporan polisi, hingga hasil visum. Selanjutnya, dokumentasi itu dikirim ke Komnas Perlindungan Anak. "Saya sudah berkomunikasi. Diminta mengirimkan bukti-bukti," ujarnya.
Menurut dia, para orang tua korban sudah bersepakat. Persoalan penganiayaan itu bakal terus berlanjut, karena para orang tua tak terima dengan tindakan kekerasan yang menimpa anaknya. "Saya tak pernah memukul anak saya. Kok orang lain tega bertindak keji seperti itu," tuturnya saat ditemui di kediamannya, Senin (6/8/2020).
Selain itu, para orang tua khawatir, penganiayaan bakal mempengaruhi kondisi kejiwaan anaknya, apalagi sampai membekas dalam ingatan. Terlebih, mayoritas korban masih berusia belia. "Saya khawatir trauma. Takut melihat orang," ucapnya.
Marjati sempat menunjukkan video penganiayaan yang dialami anaknya. Rekaman tersebut diperoleh dari warga setempat. Ada sejumlah penduduk yang mengabadikan kejadian memilukan itu.
Dari rekaman itu, tampak korban diminta berbaris, berpegangan pundak. Jumlahnya lebih dari 20 pemuda. Pakaian dilucuti, dan mereka berjalan beriringan tanpa pakaian alias telanjang bulat.
Korban diminta berjalan sembari bernyanyi. Sejurus kemudian, berbaris di lapangan. Setelah itu, satu per satu korban menerima penganiayaan.
Salah satunya, anak Marjati. Tujuh orang menganiaya pemuda asal Gedangan itu, punggungnya dipukuli dengan kayu.
Marjati mengatakan, saat ini anaknya masih mendapatkan perawatan di rumah. Punggung diolesi minyak untuk mempercepat penyembuhan. "Anak saya masih enggan bertemu orang. Apalagi ditanya terkait kejadian malam itu," terangnya.
Sementara itu, jumlah korban yang melaporkan kejadian penganiayaan terus bertambah. Hari ini, sebanyak 10 orang tua yang mengadu. Mereka melapor ke Polsek Sedati dan Polresta Sidoarjo.
Karena korban yang melapor terus bertambah, kini kasus tersebut menjadi perhatian. Polresta Sidoarjo turun tangan, dan pemeriksaan pun dilakukan.
Kasatreskrim Polresta Sidoarjo, AKP Ambuka Yudha Hardi membenarkan bahwa kasus itu sudah ditangani Polresta Sidoarjo. "Masih penyelidikan," jelasnya. (cat/zar)