Minggu, 28 Februari 2021 01:58

​Polisi Paksa Anak Kandung Minum 2,7 Liter Air sampai Tewas

Jumat, 19 Juni 2020 15:40 WIB
Editor: Choirul
​Polisi Paksa Anak Kandung Minum 2,7 Liter Air sampai Tewas
Tara dan Ryan Sabin, orang tua yang tegaan. foto: independent.co.uk

BANGSAONLINE.com - Pasangan suami istri, Ryan dan Tara Sabin, memaksa anak mereka, Zachary Sabin (11) minum air putih sebanyak 2,7 liter, hingga menyebabkan anak ini tewas.

Sepasang suami istri ini pun menjalani tuduhan membunuh putra mereka dengan menyuruhnya minum air dalam jumlah besar dalam waktu singkat. Sersan Satu Ryan Sabin dan istrinya, Tara Sabin, menyerahkan diri kepada pihak berwenang di El Paso County, Colorado, pada hari Selasa, menurut the Gazette.

Zachary Sabin (11) putra mereka, meninggal pada bulan Maret, tetapi surat perintah penangkapan tidak dikeluarkan untuk Sabin dan ibu tiri anak itu, Ms Sabin, sampai Selasa pagi.

Mereka menyerahkan diri kepada pihak berwenang malam itu, dan catatan menunjukkan bahwa mereka berdua ditahan di penjara El Paso, tanpa jaminan.

Petugas El Paso membenarkan bahwa bocah itu meninggal karena keracunan air, setelah orang tuanya memaksanya minum air 2,7 liter air, selama empat jam, pada 10 Maret. Sepanjang malam itu, ia secara fisik sakit, dan kemudian menjadi mengantuk, sebelum pasangan itu menidurkannya.

Mr Sabin menelepon 911 pukul 6.15 pagi pada 11 Maret, setelah bocah 11 tahun itu didapati dengan darah di tempat tidurnya, dan busa keluar dari mulutnya. Tim medis juga menemukan memar di seluruh tubuh dan darah di dahinya dan alis kiri.

Ms Sabin mengatakan kepada Kantor Sheriff El Paso bahwa dirinya memaksa anaknya minum air dalam jumlah besar, karena air kencingnya hari itu benar-benar gelap dan bau.

Surat pernyataan penangkapan mengatakan bahwa bocah lelaki dan lima anak lainnya secara fisik dianiaya oleh pasangan itu. Departemen Layanan Kemanusiaan Colorado telah dihubungi. Baik Sabin dan Ms Sabin menghadapi dakwaan pembunuhan tingkat pertama, enam dakwaan pelanggaran berat atas pelecehan anak, dan pelecehan anak yang mengakibatkan kematian.

Sumber: independent.co.uk
Dua Warga Kepulungan yang Terseret Banjir Bandang Ditemukan Tewas
Kamis, 04 Februari 2021 17:21 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Dua warga Desa Kepulungan Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, yang dilaporkan hilang akibat terseret derasnya arus banjir Rabu (3/2) kemarin, akhirnya ditemukan dalam kondisi tewas, Kamis (4/2) pagi. Korban adalah ...
Kamis, 07 Januari 2021 16:58 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Pamekasan dalam masa pandemi ini tetap bertekad memberikan wahana hiburan rekreasi sekaligus olahraga, terutama bagi anak-anak dan usia dini.Melalui kapasitas dan potensi...
Sabtu, 27 Februari 2021 06:11 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Perdebatan Dahlan Iskan, wartawan kawakan, dengan Irwan Hidayat, pemilik pabrik jamu Sido Muncul ini menarik. Irwan Hidayat mengaku sukses karena hoki, bukan hasil kerja keras. Tapi Dahlan Iskan menolak, tak percaya...
Senin, 22 Februari 2021 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*58. Warabbuka alghafuuru dzuu alrrahmati law yu-aakhidzuhum bimaa kasabuu la’ajjala lahumu al’adzaaba bal lahum maw’idun lan yajiduu min duunihi maw-ilaanDan Tuhanmu Maha Pengampun, memiliki kasih sayang. ...
Sabtu, 27 Februari 2021 11:53 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wono...