Jumat, 07 Agustus 2020 21:36

BHS Dorong Kampung Edukasi Sampah di Kelurahan Sekardangan Jadi Percontohan

Sabtu, 20 Juni 2020 21:04 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Mustain
BHS Dorong Kampung Edukasi Sampah di Kelurahan Sekardangan Jadi Percontohan
KUNJUNGAN: Bambang Haryo Soekartono (BHS) mengunjungi Kampung Edukasi Sampah, Sabtu (20/6). foto: MUSTAIN/ BANGSAONLINE

SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Keberadaan Kampung Edukasi Sampah di RT 23 RW 07 Kelurahan Sekardangan Kecamatan Sidoarjo mendapatkan apresiasi dari bakal calon bupati (Bacabup) Sidoarjo, Bambang Haryo Soekartono (BHS).

Menurut BHS, Kampung Edukasi Sampah menjadi kebanggaan dan aset bagi Sidoarjo. Sehingga harus dilestarikan dan diberdayakan agar bisa diterapkan ke kampung lainnya.

Politikus Partai Gerindra ini pun mendorong Kampung Edukasi Sampah menjadi percontohan di Sidoarjo. "Jika diamanahi sebagai Bupati Sidoarjo, saya akan memperhatikan kampung seperti ini. Ini akan kita jadikan percontohan di wilayah Sidoarjo," cetus BHS saat mengunjungi Kampung Edukasi Sampah, Sabtu (20/6).

Dalam kunjungannya, BHS disambut sejumlah warga RT 23 RW 07 Kelurahan Sekardangan. Beberapa warga tersebut bergantian memberikan penjelasan soal Kampung Edukasi Sampah. Ditemani warga, BHS juga berkeliling melihat Kampung Edukasi Sampah yang pernah dinobatkan sebagai kampung terinovatif oleh Pemkab Sidoarjo.

Kata BHS, Kampung Edukasi Sampah layak menjadi percontohan dan bisa memberikan edukasi ke publik. Pertama, terkait pengelolaan sampah yang dilakukan oleh warganya. "Sampah didaur ulang menjadi pupuk organik, baik padat maupun cair. Juga dijadikan pakan ikan. Ini luar biasa," bebernya.

Mantan anggota DPR RI periode 2014-2019 ini menambahkan, Kampung Edukasi Sampah ini juga tangguh dalam hal keamanan lingkungan. Di antaranya dilengkapi kamera CCTV. Juga dilengkapi sirine sebagai tanda bahaya, misalnya jika terjadi kebakaran. "Dan ini tidak ada di kampung lain," ungkap BHS.

Warga juga memiliki taman obat keluarga (toga). Dengan begitu, kata BHS, hal tersebut bentuk ketangguhan Kampung Edukasi Sampah dari sisi kesehatan. Selain itu menurut BHS, Kampung Edukasi Sampah ini bisa menambah luasan ruang terbuka hijau (RTH) privat di Sidoarjo. "Kalau banyak RTH privat, akan hebat Sidoarjo," tandasnya.

Di Kampung Edukasi Sampah ini, kehidupan sosial anak-anak juga diperhatikan. Untuk mengurangi ketergantungan dari gadget, anak-anak di Kampung Edukasi Sampah disiapkan area bermain dan alat permainan tradisional. Ada engklek, gobak sodor, hingga permainan ular tangga. "Ini sangat luar biasa," tegas alumnus ITS Surabaya ini.

Agus Fuadi, warga RT 23 RW 07 Kelurahan Sekardangan, yang ikut menyambut kunjungan BHS, bercerita jika Kampung Edukasi Sampah terbentuk sekitar lima tahun lalu. Awalnya, warga merasa prihatin terhadap lingkungan tempat tinggalnya yang kala itu tidak hijau.

Warga lalu berinisiatif agar warga bisa tinggal dengan nyaman dan aman. Maka timbul ide membuat hijau kampung tersebut. "Warga lalu kerja bakti, menanam sejumlah tanaman. Mengolah sampah dan lain-lain. Alhamdulillah itu sekarang bisa menjadi percontohan bagi kampung lain," beber Agus Fuadi. (sta/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 24 Juli 2020 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Kreatif. Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan apa yang sudah dilakukan oleh Pemkot Surabaya dalam usahanya mempercantik kawasan Ekowisata Mangrove Medokan Sawah. Betapa tidak, dari sejumlah barang-barang bekas, sepe...
Kamis, 06 Agustus 2020 20:34 WIB
Oleh: Prof Dr Rochmat WahabPada hakekatnya manusia bermula dari lahir, tumbuh dan berkembang mencapai puncak, menurun dan berakhir dengan wafat. Inilah sunnatullah, normalnya manusia, walau pada prakteknya ada juga yang dipanggil Allah SWT, s...
Minggu, 02 Agustus 2020 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 03 Agustus 2020 11:04 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan ala...