Sabtu, 19 Juni 2021 09:38

​Waspadalah Dulur! Virus Corona telah Bermutasi Menjadi D614G yang Lebih Mematikan

Jumat, 03 Juli 2020 17:58 WIB
Editor: Choirul
​Waspadalah Dulur! Virus Corona telah Bermutasi Menjadi D614G yang Lebih Mematikan
Tampilan virus corona varian baru, tak lagi warna merah. lebih ganas, dulur... waspadalah. foto: mirror.co.uk

BANGSAONLINE.com – Belum lagi pandemi virus corona berakhir, dan Indonesia hendak menerapkan kelaziman baru, lha kok si virus yang ditakuti seluruh dunia ini, telah bermutasi, menjadi mahluk yang lebih ganas, kianmudah menular, dan lebih mematikan.

Astghfirullah.

Para peneliti dari Los Alamos National Laboratory, Duke University dan University of Sheffield telah menemukan varian baru yang disebut 'D614G', dan ini adalah hasil mutasi dari coronavirus yang paling umum.

Padahal, pandemi virus corona telah menjangkiti 10,6 juta penduduk bumi, dan peneliti menunjukkan bahwa sebagian besar dari kasus-kasus itu disebabkan oleh jenis infeksi virus yang lebih baru.

BACA JUGA : 

Bukan Obat, Bukan Vaksin, Tak Diakui, Tapi Timbulkan Antibodi-Protektif pada Covid-19, Apa Itu?

Kedatangan Tamu dari Bangkalan, 12 Warga Gedangkulut Positif Covid-19, Ini Langkah Pemkab Gresik

Pesta Merdeka Covid-19 di Bar Gay, Wapres AS Hadiri Pawai LGBT

221 Meninggal, di Bangkalan Ditemukan Mutasi Varian Delta India, Forkopimda Bertindak Cepat

Varian ini mencakup perubahan kecil namun efektif pada protein di permukaan virus, sehingga lebih mudah masuk dan menginfeksi sel manusia.

Dr Thushan de Silva, Dosen Klinis Senior untuk Penyakit Menular di Universitas Sheffield, mengatakan: "Kami telah mengurutkan galur SARS-CoV-2 di Sheffield, sejak awal pandemi dan kami menemukan, menjadi dominan dalam strain yang beredar. Studi peer-review penuh yang diterbitkan hari ini mengkonfirmasi hal ini, dan juga bahwa varian mutasi genom D614G baru juga lebih menular dalam kondisi laboratorium".

“Data yang disediakan oleh tim kami di Sheffield memberi kesan bahwa jenis baru itu dikaitkan dengan viral load yang lebih tinggi di saluran pernapasan dari pada Covid-19, yang berarti kemampuan virus untuk menginfeksi lebih ganas.”

Dalam studi tersebut, para peneliti menganalisis data viral dari seluruh dunia melalui basis data GISAID. Basis data mencakup puluhan ribu rangkaian virus, yang memungkinkan para peneliti memperkirakan bagaimana virus itu berperilaku di seluruh dunia.

Dr Bette Korber, dari Los Alamos National Laboratory, mengatakan: "Adalah mungkin untuk melacak evolusi SARS-CoV-2 (Covid-19) secara global karena para peneliti di seluruh dunia dengan cepat membuat data urutan viral mereka tersedia melalui database urutan virus GISAID. Saat ini puluhan ribu sekuens tersedia melalui proyek ini, dan ini memungkinkan kami untuk mengidentifikasi kemunculan varian baru yang dengan cepat menjadi bentuk yang dominan secara global."

Untungnya, walaupun jenis baru ini lebih menular, para peneliti tidak percaya bahwa itu menyebabkan penyakit yang lebih parah. Dr de Silva menambahkan: "Untungnya pada tahap ini, sepertinya virus dengan D614G tidak menyebabkan penyakit yang lebih parah."

Akankah kita tetap tidak tertib dalam penerapan social distancing?

Sumber: mirror.co.uk
Gelar Pertemuan, Anggota Gapoktan Sumber Rejeki Lengserkan Sumadi dari Jabatan Ketua
Sabtu, 19 Juni 2021 00:20 WIB
NGANJUK, BANGSAONLINE.com - Gelar Pertemuan, Anggota Gapoktan Sumber Rejeki Lengserkan Sumadi dari Jabatan Ketua, Ketua Gapoktan Sumber Rejeki, Sumadi, dilengserkan dari jabatannya oleh puluhan anggota, Kamis kemarin. Ini setelah puluhan anggota...
Jumat, 04 Juni 2021 10:27 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Bukit Kehi, destinasi wisata yang satu ini berada di Kota Pamekasan. Bukit Kehi menawarkan pemandangan daerah pegunungan yang hijau mempesona. Pengunjung bahkan bisa berenang di sejuknya hawa pegunungan di pulau gar...
Sabtu, 19 Juni 2021 07:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Presiden Abraham Lincoln menjadi tonggak sejarah bagi penghapusan perbudakan di Amerika Serikat (AS). Salah satu legacy Lincoln adalah UU anti diskriminasi.Kini terhapusnya perbudakan itu dijadikan hari kemerdekaan. Terut...
Minggu, 16 Mei 2021 06:58 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*65. fawajadaa ‘abdan min ‘ibaadinaa aataynaahu rahmatan min ‘indinaa wa’allamnaahu min ladunnaa ‘ilmaanLalu mereka berdua bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berika...
Jumat, 18 Juni 2021 10:01 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...