Minggu, 25 Oktober 2020 00:17

Kisah Perjuangan Kasat Intelkam Polres Malang Kota Bersama Tim, Jadi Relawan Pemakaman Covid-19

Rabu, 08 Juli 2020 22:39 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Iwan Irawan
Kisah Perjuangan Kasat Intelkam Polres Malang Kota Bersama Tim, Jadi Relawan Pemakaman Covid-19
Kasat Intelkam Polresta Malang Kota, Kompol Sutiono bersama tim relawan Covid-19 lainnya sedang melakukan pemakaman salah satu jenazah pasien positif Covid-19.

KOTA MALANG, BANGSAONLINE.com - Wabah Covid-19 di Kota Malang memiliki cerita tersendiri, khususnya bagi para relawan yang berkecimpung di pemakaman. Perjuangan, kepedulian, serta sumbangsih mereka penuh kasih dan tak mengenal batas waktu.

Hal itu seperti yang dilakukan oleh Kasat Intelijen dan Keamanan (Intelkam) Polres Malang Kota Kompol Sutiono bersama lima anggota Polri lainnya. Termasuk ada relawan seperti PSC-119, dari OPD, serta unsur lainnya.

Kasat Intelkam Kompol Setiono membagikan pengalamannya, selama menjadi relawan covid-19. "Sudah menyelesaikan 57 pemakaman jenazah Covid-19, kerja sama dengan relawan lainnya," cerita Kompol Sutiono.

Menurutnya, para relawan terkadang rela tidak bisa bertemu dengan keluarganya. Rela beristirahat di mana saja, bahkan tidur di atas tempat pemakaman. Disebabkan waktu yang terlalu sempit untuk kembali ke rumah.

"Sedangkan, tugas pemakaman banyak dikejar dengan waktu, karena mesti bergerak cepat agar jenazah yang positif terpapar Covid-19 secepatnya dimakamkan," paparnya.

(Para relawan dari Polres Malang Kota memanfaatkan istirahat dan tidur di sembarang tempat, agar bisa menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh tetap stabil)

Lebih jauh, perwira pertama Polri ini mengatakan, kendala di lapangan juga harus dilalui dengan sabar dan ikhlas. Misalnya, ada keluarga yang tidak paham akan protokol kesehatan khusus penanganan jenazah positif Covid-19. Sehingga, menginginkan jenazahnya dibawa pulang.

"Maka kita mesti dengan telaten memberikan pemahaman kepada keluarganya. Bahwa jenazah secepatnya dimakamkan, karena berbahaya menular dan tidak boleh dibawa pulang," kata Sutiono.

"Jika mereka (keluarga) memaksakan kehendaknya, yakni membawa pulang atau transit di rumah usai dari rumah sakit, kami meminta untuk tidak membuka peti jenazah. Kami dengan tegas memberikan syarat, peti jenazah atau kantong jenazah tidak boleh dibuka sama sekali," tegasnya.

Pengalaman lainnya, manakala cuaca hujan dan pada malam hari. pemakaman dengan kondisi apapun tetap diselesaikan dengan baik, tidak boleh ditunda. Mengingat, jenazah Covid-19 maksimal 4 jam pasca meninggalnya mesti dimakamkan. "Kami dalam sehari bisa memakamkan lebih dari satu jenazah," bebernya.

Saat disinggung apakah tidak khawatir tertular, Suitono pun mengaku jika awalnya takut tertular. Akan tetapi, setelah berkomunikasi dan mendapatkan arahan dari dokter bagaimana cara penanganan jenazah positif Covid-19 supaya tidak tertular, ia menjadi percaya diri.

"Utamanya menjaga dan mengamankan diri terlebih dulu (safety). Satu contoh, wajah mesti rapat, tidak boleh ada celah. Pasca pemakaman, tangan mesti dicelupkan penuh ke cairan alkohol 70 persen," ujar Kompol Sutiono.

Berikutnya, menjaga kesehatan tubuh agar tetap sehat dan imun tetap stabil. Dengan keterbatasan waktu sebagai anggota Polri, Sutiono mengaku harus bisa memanfaatkan situasi dan kondisi yang ada, khususnya untuk makan dan tidur. "Kami tidur di atas tempat pemakaman pun jadi, sambil menunggu teman selesai memakamkan," tuturnya.

Sutiono mengungkapkan bahwa apa yang sudah dilakukannya itu adalah sebagai bentuk panggilan jiwa, pasca diminta Kapolres Malang Kota, supaya ada tim relawan dari kepolisian.

"Di sisi lain, membantu tim Satgas Covid-19 memudahkan pada proses pemakamannya, sekaligus mencegah penolakan pemakaman jenazah Covid-19 dari pihak keluarga," pungkasnya. (iwa/ian)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 23 Oktober 2020 18:47 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Mendengar kata Kampoeng Anggrek, pikiran orang pasti melayang ke area perkebunan yang asri di Lereng Gunung Kelud. Ya, Kampoeng Anggrek, merupakan kawasan wisata bunga, produksi dan penjualan anggrek. Terletak di Leren...
Senin, 12 Oktober 2020 19:15 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) minta para kepala daerah meniru Jawa Timur dan Sulawesi Selatan dalam menangani Covid-19. Dua provinsi tersebut – menurut Jokowi - mampu menekan angka kasus Covid-19."Saya mencata...
Kamis, 22 Oktober 2020 10:40 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*34. wakaana lahu tsamarun faqaala lishaahibihi wahuwa yuhaawiruhu anaa aktsaru minka maalan wa-a’azzu nafaraandan dia memiliki kekayaan besar, maka dia berkata kepada kawannya (yang beriman) ketika bercakap-ca...
Jumat, 23 Oktober 2020 10:38 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...