JUMPA PERS: Ketua Forum DPAC PKB Sidoarjo, Maksum Zubair (tengah) didampingi sejumlah Ketua DPAC memberikan keterangan pers, Jumat (26/7). foto: ist
Meski demikian, menurutnya, DPAC tidak memiliki hak untuk mendikte DPP. Jadi apapun yang jadi kesepakatan DPAC, hal itu hanyalah untuk bahan pertimbangan DPP untuk menurunkan rekom nantinya.
"Kita sangat berharap rekom yang turun untuk kader asli kita. Tapi apapun keputusan DPP, kita DPAC akan sami'na wa tha'atan," tandas Gus Maksum.
Gus Maksum juga membantah jika DPAC telah menyatakan dukungan pada salah satu nama meskipun yang bersangkutan merupakan kader dari PKB. Menurutnya, DPAC masih menyamakan persepsi dan memohon kepada DPP untuk memberikan rekom pada kader internal PKB sendiri.
"Sejauh ini kita belum ada agenda ketemu lagi (DPAC), baru yang di Luminor dan di Wonoayu kemarin. Memang pertemuan di Wonoayu itu untuk menegaskan sikap kita yang menginginkan kader internal yang diusung," tandas Gus Maksum.
Senada dengan Gus Maksum, Ketua DPAC Tulangan, M Dhamroni Chudlori berharap agar rekom yang turun diperuntukkan bagi kader yang sudah berkeringat bagi NU ataupun PKB. Kalaupun nanti rekom yang turun berada di luar dari empat nama yang disebut tadi, DPAC akan tunduk dan patuh pada keputusan tersebut.
"Nanti jika turun, maka kader wajib untuk mengawal dan mensukseskan itu," tegas Damroni.
Ketua DPAC PKB Jabon, Muhammad Rojik menambahkan, Forum DPAC PKB selama ini tidak pernah menyebut dukungan pada satu nama calon. Baginya, jika ada salah satu DPAC PKB yang menyatakan mendukung nama tertentu, hal itu hanya sebagai klaim pribadi saja.
"Sekarang posisi PKB Sidoarjo sangat kuat. Itu dibuktikan dengan jumlah kursi parlemen yang mencapai 16 kursi. Makanya PKB siap mengusung kader internal. Tapi, jangan langsung ujuk-ujuk mengklaim dukungan. Apalagi yang dipasangkan dari partai lain. PKB banyak stok kader mumpuni," tandas Rojik. (sta/ns)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




