Minggu, 09 Mei 2021 20:10

Santri Tebuireng Mulai Berdatangan, ​Tapi Harus Dikarantina 10 Hari

Senin, 20 Juli 2020 15:07 WIB
Editor: MMA
Santri Tebuireng Mulai Berdatangan, ​Tapi Harus Dikarantina 10 Hari
Salah satu santri Pesantren Tebuireng memasuki water scanner sebelum memasuki areal pesantren. foto: ist/ bangsaonline.com

JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Santri dari berbagai daerah mulai berdatangan ke Pesantren Tebuireng, Jombang, Senin (20/7/2020). Namun sebelum memasuki areal pesantren, mereka harus melalui proses penapisan, yang dipusatkan di terminal Kawasan Makam Gus Dur (KMGD) dan Pesantren Sains Tebuireng 2 Jombang.

"Untuk gelombang pertama ini, kami mengundang 578 santri kelas akhir yang telah mengisi formulir kesediaan beberapa waktu lalu. Jumlah itu setara dengan 59,8% santri kelas akhir di semua jenjang pendidikan," kata Juru Bicara Gugus Tugas Pesantren Tangguh Tebuireng Nur Hidayat.

Hidayat menuturkan, kedatangan para santri itu sudah terjadwal secara ketat, untuk menghindari penumpukan santri di lokasi penapisan. "Data dan jadwal kedatangan sudah disiapkan oleh tim sekretariat dan sudah diinformasikan kepada wali santri sejak beberapa hari sebelumnya," terangnya.

BACA JUGA : 

Cegah Virus India, Inggris, dan Afsel, Khofifah Isolasi 3.636 Pekerja Migran, 33 Orang Positif

Gelar Silaturahmi, Gus Irfan Kenalkan Gemira ke Alumni Tebuireng

Gus Irfan Prihatin Santri Mbah Moen Gagal Dilantik Perangkat Desa Gara-gara Ijazah Pesantren

Banyak Nyawa dan Ekonomi Terdampak Akibat Kasus Penjualan Rapid Test Bekas Karyawan Kimia Farma

Sebelum memasuki lokasi penapisan, semua wali santri harus menujukkan surat hasil rapid test yang masih berlaku. Setelah menunjukkan dokumen rapid test, mereka baru diperkenankan masuk ke tahap penapisan berikutnya. "Tapi wali santri tidak diperkenankan masuk lokasi penapisan. Hanya berada di batas wilayah pengantaran," ujar pria kelahiran Mojokerto ini.

"Tahap pertama, dilakukan proses sterilisasi terhadap seluruh barang bawaan santri. Dilanjutkan cek kelengkapan dokumen, dan proses penapisan terakhir dilakukan oleh tim kesehatan dari Puskestren Tebuireng," imbuhnya.

Kepala Pondok Putra Pesantren Tebuireng Ustaz Iskandar menambahkan, setelah lolos proses penapisan, semua santri dipersilahkan memasuki ruang karantina yang telah disiapkan.

"Ada lima lokasi yang disiapkan. Yaitu Pondok Putri Tebuireng, Ma'had Aly Tebuireng, Kampus Unhasy B, MTs Salafiyah Syafi'iyah, dan kompleks Pesantren Trensains Tebuireng," jelas Iskandar.

Setelah menjalani 10 hari karantina, para santri akan menjalani rapid test kedua yang difasilitasi oleh pihak pesantren secara gratis. Setelah itu, baru mereka diperkenankan memasuki kamar yang selama ini ditempati. "Dengan prosedur ketat itu, kami berharap semua santri masuk pondok dalam keadaan sehat," tuturnya.

Sebelumnya, Pesantren Tebuireng telah mengundang para pengurus dan pembina santri pada 20 Juni lalu. Mereka telah menjalani karantina selama 14 hari dan rapid test, serta pembekalan pengetahuan terkait adaptasi kebiasaan baru dalam pembinaan santri. (tim)

Bernuansa Menara Kudus, Mushola An-Nabaat Diresmikan Wabup Nganjuk
Minggu, 09 Mei 2021 00:50 WIB
NGANJUK, BANGSAONLINE.com - Cita Indonesia Group, perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan, pertanian, dan peternakan, meresmikan Mushola An-Nabaat yang berlokasi di Desa Batembat Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk. Peresmian mushola ini dil...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Minggu, 09 Mei 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Tulisan Dahlan Iskan kali ini sangat menyentuh. Tentang prahara rumah tangga pemilik Gedung Empire Palace Surabaya: Gunawan Angkawidjaja dan istrinya, Chin Chin atau Trisulowati.Menurut Dahlan Iskan, Gunawan bukan ha...
Rabu, 28 April 2021 14:16 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*61. falammaa balaghaa majma’a baynihimaa nasiyaa huutahumaa faittakhadza sabiilahu fii albahri sarabaanMaka ketika mereka sampai ke pertemuan dua laut itu, mereka lupa ikannya, lalu (ikan) itu melompat mengamb...
Sabtu, 08 Mei 2021 11:38 WIB
Selama Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) d...