Moh. Qosim (baju putih) dan Fandi Alhmad Yani (kiri) dalam suatu acara di DPC PKB. Keduanya bacabup yang bakal running di Pilbup Gresik. foto: SYUHUD/ BANGSAONLINE
"Secara garis besar di organisasi PCNU Gresik, kami berada di tengah-tengah dan bersikap netral. Tidak boleh melakukan dukungan melalui organisasi dalam Pilbup Gresik 2020," ujar Kiai Khusnan.
Kiai Khusnan Ali memastikan tidak ada perpecahan di PCNU Gresik, meski Pilbup Gresik 2020 tinggal beberapa bulan lagi. Dirinya mengimbau agar nadhliyin Gresik tetap solid dan tidak mudah terhasut. "Imbauan saya seperti itu, jangan sampai ada klaim hanya ingin memecah belah warga nadhliyin," katanya.
Lanjut Kiai Khusnan Ali, dalam waktu dekat PCNU Gresik juga akan mengeluarkan maklumat terkait Pilkada Gresik 2020, agar dijadikan pedoman bagi semua jajaran pengurus NU dan banomnya.
"Langkah ini, sebagai bentuk untuk memberikan maklumat kepada warga NU, bahwa NU netral dalam Pilkada Gresik 2020. Sekali lagi yang perlu digaris bawahi adalah PCNU bersifat netral, meski sebagian besar pasangan calon yang mencalonkan diri dalam kontestasi Pilbup Gresik 2020 adalah warga Nahdliyin," pungkasnya.
Di sisi lain, Rais Syuriah PCNU Gresik, KH Mahfud Maksum, secara terang-terangan justru mengajak warga NU untuk memilih Gus Yani dan Bu Min di Pilbup Gresik 2020. Hal ini disampaikan KH. Mahfud Maksum saat menyampaikan sambutan di acara Halaqoh Kiai dan Tokoh Masyarakat serta Parpol di Ponpes Darul Ihsan Menganti, Kabupaten Gresik, Minggu, 12 Juni.
"Seng apik dimeloki' (Yang baik diikuti). Saya perintahkan semua warga nadhliyin laki-laki dan perempuan sampai ke desa hingga tingkat RW, RT, agar memilih Gus Yani," katanya. (hud/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




