Pemeliharaan Jalan Kesemen – Tanggungan, Kecamatan Gudo. foto: AAN AMRULLOH/ BANGSAONLINE
JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Guna memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Jombang melakukan pemeliharaan jalan dan jembatan di wilayahnya.
Seperti yang dilakukan di ruas jalan Kesemen – Tanggungan, Kecamatan Gudo, yang mana di lokasi tersebut merupakan jalan alternatif menuju ke Kabupaten Kediri. Ini mengakibatkan LHR (Lalu Lintas Harian Rata-rata) pada ruas jalan tersebut cukup tinggi.
BACA JUGA:
- Lewat Program Balik Gratis 2026, Pemkab Jombang Berangkatkan 300 Warga ke Jakarta
- Pastikan Stabilitas Pangan Jelang Ramadan, Bapanas dan Pemkab Jombang Pantau Harga di Pasar Pon
- Sambut Ramadhan 1447 H, Ribuan Warga Jombang Meriahkan Grebeg Apem 2026
- Anggaran Jalan Turun, Pemkab Jombang Dapat Tambahan Pemerintah Pusat Rp15 Miliar
Selain LHR cukup tinggi, ditambah dengan jumlah tonase yang besar sehingga berakibat pada turunnya perkerasan jalan di sekitar duiker pada ruas jalan tersebut. Hal ini membuat permukaan jalan bergelombang dan berbahaya bagi pengguna jalan
Kepala Dinas PUPR, Miftahul Ulum mengatakan, pihaknya serius dalam menangani kondisi jalan di seluruh wilayah Kabupaten Jombang, yang mengalami kerusakan. Sebab perbaikan kerusakan jalan dan jembatan menjadi skala prioritas.
“Kami serius dalam menangani kondisi jalan supaya pengguna merasa nyaman. Perbaikan jalan dan jembatan merupakan kegiatan rutinitas yang kami lakukan secara cepat setelah mendapati laporan untuk dilakukan perbaikan,” ucapnya, Kamis (22/07).
Dijelaskan Ulum, pihaknya mempunyai Kegiatan Pemeliharaan Rutin Jalan dan Jembatan yang terdapat di Bidang Binamarga. Terdapat 2 kegiatan pemeliharaan rutin Jalan dan Jembatan di Wilayah UPTD Ploso dan UPTD Mojoagung. Pada Bulan Juli ini targetnya di ruas Jalan Blimbing – Gudo, Kecamatan Gudo.
“Untuk pemeliharaan duiker ruas Jalan Blimbing Gudo merupakan skala prioritas karena ruas jalan ini digunakan sebagai jalan alternatif menuju Kabupaten Kediri, karena dianggap dapat mempercepat waktu. Sehingga, perlu adanya perbaikan,” terangnya.
Masih menurut Ulum, perbaikan jalan dan jembatan akan dilaksanakan sesegera mungkin. Apalagi kalau kondisinya sudah membahayakan. Ia berharap perbaikan jalan dan jembatan itu bisa mengurangi angka kecelakaan lalu lintas.
“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk menyampaikan laporan apabila menemukan jalan dan jembatan yang berlubang. Kami berkomitmen untuk menangani perbaikan secepat mungkin demi kenyamanan berlalu lintas,” pungkasnya. (aan/dur)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News






