Staf Perwakilan Daerah Penjualan Petrokimia Gresik Bersama Aparat dan Pemkab Banyuwangi Sebelum Melakukan Penyemprotan Massal Phonska Oca.
Phonska Oca merupakan gabungan antara pupuk majemuk NPK dan pupuk organik dalam bentuk cair, dengan kandungan C-Organik minimal 6 persen, unsur hara makro Nitrogen (N), Fosfor (P), Kalium (K), dan diperkaya unsur mikro serta mikroba yang sangat bermanfaat untuk tanaman.
Dengan demikian, Phonska OCA dapat menjadi solusi praktis bagi petani. Di mana kandungan pupuk majemuk berfungsi untuk meningkatkan produktivitas tanaman dan pupuk organik dapat memperbaiki kandungan hara pada tanah.
Phonska Oca telah melewati uji laboratorium di lembaga penelitian dan uji coba aplikasi di berbagai daerah. Selain tanaman padi, Phonska Oca juga dapat digunakan pada tanaman hortikultura. "Berdasarkan hasil uji coba di berbagai daerah, Phonska Oca terbukti mampu mendongkrak produktivitas tanaman hortikultura hingga 61 persen," jelas Rahmad.
Uji coba pada tanaman bawang merah di Desa Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu aplikasi Phonska Oca mampu meningkatkan produktivitas sebesar 53,51 persen (dengan total panen 22,01 ton/ha), pada kentang di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu juga meningkatkan produktivitas hingga 25,37 persen (16,11 ton/ha).
Sedangkan produktivitas cabai di Desa Kendal Payak, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang terdongkrak sampai 61,83 persen. (8,84 ton/ha), dan uji coba pada tanaman kedelai di Desa Dadaprejo Kecamatan Junrejo, Kota Batu sukses meningkatkan produktivitasnya sebesar 13,79 persen (0,99 ton/ha).
Rahmad mengajak kepada seluruh petani di Indonesia untuk menerapkan pemupukan berimbang. Yaitu, perpaduan pupuk organik dan anorganik sesuai dosis yang dianjurkan.
Tujuannya, agar produktivitas pertanian dapat meningkat dan kelestarian alam tetap terjaga. "Kami mengajak berbagai pihak untuk bersama-sama mendorong penerapan pupuk organik dan pemupukan berimbang demi keberlanjutan pertanian," pungkas Rahmad. (hud/ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




