Moh. Hasan Said, Kepala Desa Sembilangan. (foto: ist).
BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Forum Masyarakat Bare' Sungai (Formabes) melakukan audiensi ke Komisi C DPRD Bangkalan terkait CSR PT Adiluhung Saranasegara Indonesia yang tak kunjung terealisasi pada masyarakat sekitar perusahaan, Rabu (5/8/2020).
Hadir dalam audiensi tersebut, yakni Kepala Desa Ujungpiring, Kepala Desa Sembilangan, Kepala Desa Kramat, beserta tokoh masyarakat dan perwakilan dari Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang tergabung dalam Organisasi Formabes.
BACA JUGA:
- Ketua Komisi II DPRD Bangkalan Apresiasi Pemkab Lakukan Sidak Pajak Restoran
- Jaga Stabilitas Kawasan Industri Maritim, Polisi Amankan Objek Vital PT ASSI
- Cegah Stunting dari Desa, PT Cargill Dorong Kolaborasi dan Penguatan Komunitas di Gresik
- GRIB Jaya Soroti Penggunaan CSR Bank Jatim Rp5 Miliar untuk Revitalisasi Alun-Alun Malang
Menurut Moh. Hasan Said, Kepala Desa Sembilangan yang mewakili Formabes, audiensi ke Komisi C dalam rangka mempertanyakan tanggung jawab sosial perusahaan berupa CSR dari PT Adilugyng Saranasegara. Menurut pengakuannya, PT Adiluhung Saranasegara Indonesia tidak pernah memberikan CSR untuk ketiga desa tersebut.
"Walaupun kadang PT Adiluhung Saranasegara Indonesia memberikan bantuan kepada anak yatim, namun apakah itu bagian dari CSR?," ujarnya kepada media saat pencairan BLT di Kantor Kecamatan Bangkalan, Kamis (6/8/2020).
"Selama ini tidak jelas, apakah CSR, sedekah, seharusnya kita tahu berapa CSR yang dikeluarkan, karena kita tidak punya data berapa laba PT Adiluhung Saranasegara Indonesia. Mereka tertutup selama ini," sambungnya.
Ia mengungkapkan, selama ini PT Adiluhung Saranasegara Indonesia tidak pernah secara resmi memberikan CSR kepada tiga desa tersebut.






